SBT Hari Ini
Soekarno Cup U-17 Jadi Panggung Anak Kampung di SBT Tunjukkan Bakat Sepak Bola
Menurut Aziz, banyak pemain muda berbakat di kampung-kampung yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil karena jauh dari pusat kota.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Turnamen Soekarno Cup U-17 antar kampung di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) disebut menjadi ruang bagi anak-anak muda dari pelosok untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di dunia sepak bola.
- Hal itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBT, Abdul Aziz Yanlua, saat membuka turnamen di Lapangan Bula Air, Kota Bula, Sabtu (16/5/2026) sore.
- Menurut Aziz, banyak pemain muda berbakat di kampung-kampung yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil karena jauh dari pusat kota.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Turnamen Soekarno Cup U-17 antar kampung di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) disebut menjadi ruang bagi anak-anak muda dari pelosok untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di dunia sepak bola.
Hal itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBT, Abdul Aziz Yanlua, saat membuka turnamen di Lapangan Bula Air, Kota Bula, Sabtu (16/5/2026) sore.
Menurut Aziz, banyak pemain muda berbakat di kampung-kampung yang selama ini belum mendapat kesempatan tampil karena jauh dari pusat kota.
Karena itu, Soekarno Cup digelar untuk menjaring talenta-talenta tersembunyi yang memiliki kemampuan bermain sepak bola di atas rata-rata.
“Turnamen ini tujuannya mencari bibit-bibit yang tersembunyi di kampung-kampung yang jauh dari pusat kota,” ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com.
Ia menjelaskan, turnamen tersebut merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia oleh PDI Perjuangan.
Khusus di Provinsi Maluku, pelaksanaan kompetisi dibagi menjadi lima zona, yakni Pulau Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Pulau Buru, serta Seram Bagian Timur dan Seram Utara.
Abdul Aziz mengatakan, para pemain yang tampil tidak hanya dinilai berdasarkan kemenangan tim, tetapi juga kualitas individu masing-masing pemain di lapangan.
Kemampuan mengolah bola, kreativitas bermain, hingga kematangan emosional menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
“Tidak harus juara satu yang mewakili semua. Ada pemain tertentu meskipun timnya kalah, tetapi dia punya kemampuan bagus,” jelasnya.
Baca juga: Sempat Diamankan dari Gunung Botak, Imigrasi Ambon Kini Pulangkan 11 WNA Cina ke Negara Asal
Baca juga: Sering Kecelakaan, Warga Ureng Minta Perbaikan Jembatan dan Tagih Janji Gubernur Maluku
Menurutnya, pemain-pemain terbaik hasil pemantauan nantinya akan diramu menjadi satu tim untuk mewakili Kabupaten SBT pada tahapan selanjutnya.
Ia juga memastikan proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim khusus yang ditunjuk langsung oleh DPD PDI Perjuangan.
Bahkan, identitas tim pemantau sengaja dirahasiakan agar tidak ada intervensi maupun praktik titipan pemain selama turnamen berlangsung.
| FAKTA Kondisi SD Negeri 10 Pulau Parang Rusak: Dianggap Tak Layak, Terkendala Kepemilikan Tanah |
|
|---|
| Viral Siswa Belajar di Sekolah Rapuh, Disdikbudpora SBT Pastikan Pendampingan Sudah Dilakukan |
|
|---|
| Disdikbudpora SBT Ungkap Alasan SD Negeri 10 Pulau Parang Belum Bisa Dapat Bantuan |
|
|---|
| Bangunan SD Negeri 10 Pulau Parang Rusak Parah: Kalau Hujan Kami Diliburkan |
|
|---|
| Program Anak Asuh SBT Sasar Perbaikan Sanitasi dan Rumah Anak Penderita Stunting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Aziz-soekarno.jpg)