Malteng Hari Ini
Sering Kecelakaan, Warga Ureng Minta Perbaikan Jembatan dan Tagih Janji Gubernur Maluku
Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Warga Negeri ( Desa Adat ) Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mempertanyakan pernyataan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terkait pembangunan jembatan.
- Pasalnya, jembatan yang seharusnya menjadi jalur mobilitas itu kini menjadi keresahan masyarakat.
- Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM-Warga Negeri ( Desa Adat ) Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mempertanyakan pernyataan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terkait pembangunan jembatan.
Pasalnya, jembatan yang seharusnya menjadi jalur mobilitas itu kini menjadi keresahan masyarakat.
Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan.
Kondisi ini sering menyebabkan kecelakaan, tak hanya pengendara, sebagian warga juga terluka karena lubang-lubang pada jembatan tersebut.
Jembatan yang dibangun sejak tahun 1990 dan berdiri dengan tiang besi selama 36 tahun itu tak berganti dari kayu ke beton.
Baca juga: Oknum Polwan Polda Maluku Bantah Perselingkuhan, Suami Tegaskan Itu Bohong: Dia Sering Menginap
Baca juga: Oknum Brimob Polda Maluku Aniaya Lansia Divonis 5 Bulan Penjara, Fensen Ungkap Fakta Baru
Berdasarkan keterangan yang diterima TribunAmbon.com, jembatan ini sudah dua kali diperbaiki.
Perbaikan terakhir pada tahun 2023 lalu, dengan swasembada masyarakat dan pemuda Negeri Ureng.
Melihat kondisi itu warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kondisi akses penghubung antarwilayah tersebut.
Salah seorang warga, Djafar Ely (49), mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan kondisi jembatan tersebut.
Dirinya juga tak tanggung-tanggung menyindir pimpinan-pimpinan daerah yang sebelumnya datang pada saat kampanye pemilihan.
Menurutnya kedatangan mereka hanya sebuah suara fiksi yang mungkin saja tidak terealisasi lagi.
"Kami sebagai masyarakat juga termasuk kecewa, kebanyakan pemerintah atau orang-orang politik datang dengan janji untuk perbaiki jembatan ini, tapi nyatanya tidak ada," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Jumat (15/5/2026).
| 542 Atlet Bertarung Rebut Piala Bergilir Kejuaraan Karate Kemenag Malteng 2026 |
|
|---|
| Begini Respon Komisi I DPRD Malteng Terkait Persoalan Raja Definitif Negeri Haya |
|
|---|
| Perkuat Ketahanan Pangan, Malteng Garap 91 Hektar Sawah Baru di Sariputih dan Leawai |
|
|---|
| Pemda Malteng Bahas Budidaya Anggrek Calanthe Triplicata, Dorong Paten Komunal |
|
|---|
| Palang Jalan di Negeri Haya Berhasil Dibuka, Polisi Beberkan Potensi Pidana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jembatan-ureng-vanda.jpg)