Kamis, 23 April 2026

SBT Hari Ini

Jelang Nataru, Harga Cabai di Pasar Bula Melonjak: Rica Kecil Sentuh Rp. 120 Ribu per Kilo

Kenaikan harga ini mulai dirasakan pedagang sejak awal Desember dan terus berlanjut hingga Minggu (7/12/2025).

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
HARGA CABAI - Pasokan Cabai Rawit di lapak milik Mama Lan, salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Minggu (7/12/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Harga cabai di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali mengalami lonjakan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. 

Kenaikan harga ini mulai dirasakan pedagang sejak awal Desember dan terus berlanjut hingga Minggu (7/12/2025).

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Binaiya Masohi Tembus Rp. 80–100 Ribu per Kilo ‎

Baca juga: Temui Warga Terdampak Konflik Seram Utara, Bupati Malteng Serahkan Sejumlah Bantuan 

Pantauan TribunAmbon.com, komoditas cabai panjang kini dijual Rp. 35 ribu per kilogram. 

Para pedagang menyebut harga tersebut sudah menyesuaikan harga pengambilan dari pemasok yang mencapai Rp. 25 ribu per kilogram. 

Meski kenaikannya tidak setajam cabai rawit, pedagang mengaku pergerakan harga mulai terasa sejak permintaan meningkat.

Sementara itu, rica kecil (cabai rawit) menjadi komoditas yang paling terasa dampak kenaikannya. 

Di lapak-lapak pedagang, rica kecil dilepas dengan harga Rp. 100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. 

Dari pemasok, harga masuk berada pada kisaran Rp. 90 ribu hingga Rp110 ribu, tergantung ukuran dan kualitas buah.

“Harga naik ini bukan cuma karena banyak permintaan, tapi juga karena masuk dari pemasok sudah tinggi," ujar Mama Lan, salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Bula.

Mama Lan menambahkan selain banyaknya pembeli jelang Nataru, komuditas cabai belakang ini mengalami keterlambatan pasokan.

"Cabai dari luar daerah juga agak terlambat masuk beberapa hari terakhir,” lanjutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pola kenaikan harga cabai memang selalu terjadi setiap menjelang Nataru. 

Permintaan dari rumah tangga, pelaku UMKM kuliner, dan pedagang makanan meningkat cukup tajam, sementara distribusi pasokan tidak selalu stabil. 

Beberapa pemasok disebut mengalami keterlambatan pengiriman akibat cuaca buruk di jalur laut.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved