Jumat, 24 April 2026

Ketua SC Musda V Golkar SBT Kecewa, Tuding Pimpinan Sidang Tak Netral dan Abaikan Hasil Verfak

Ia menuding pimpinan sidang telah memihak kepada salah satu kandidat, sehingga mencederai proses demokrasi internal partai.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
MUSDA GOLKAR - Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Hafas Kelrey saat diwawancarai awak media di Depan Gedung Serbaguna, Kota Bula, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Hafas Kelrey, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap jalannya sidang Musda yang dinilai tidak netral.
  • Pernyataan itu disampaikan Hafas kepada awak media usai pelaksanaan sidang yang berlangsung ricuh pada Selasa (21/4/2026) sore.
  • Ia menuding pimpinan sidang telah memihak kepada salah satu kandidat, sehingga mencederai proses demokrasi internal partai.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Hafas Kelrey, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap jalannya sidang Musda yang dinilai tidak netral.

Pernyataan itu disampaikan Hafas kepada awak media usai pelaksanaan sidang yang berlangsung ricuh pada Selasa (21/4/2026) sore.

Ia menuding pimpinan sidang telah memihak kepada salah satu kandidat, sehingga mencederai proses demokrasi internal partai.

“Saya sangat kecewa terhadap pimpinan sidang yang datang, karena sudah memihak kepada salah satu kandidat tertentu,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi merusak soliditas Partai Golkar di Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Kalau hal seperti ini terus terjadi, Golkar di kabupaten ini bisa hancur,” ujarnya.

Baca juga: 3 Tahun BBM Subsidi Kosong di Kobi, Komisi II DPRD Malteng Baru Tahu Usai Demo Warga

Baca juga: Kebakaran KM Expres Bahari 9B di Haria, Kerugian Capai Rp900 Juta

Hafas juga meminta kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk turun tangan mengevaluasi hasil Musda.

Ia menyoroti adanya kejanggalan dalam proses verifikasi faktual (verfak) dukungan yang telah diputuskan sebelumnya.

“Tadi malam sudah ada keputusan hasil verfak,  tapi kenapa diulang lagi dan tidak mau dipakai,” sesalnya.

Selain itu, ia juga menyinggung keputusan terkait rekomendasi ganda dari tingkat kecamatan yang sebelumnya telah dibatalkan.

Namun dalam sidang lanjutan, kata Hafas, keputusan tersebut justru dipertahankan kembali.

“Sudah diputuskan rekomendasi ganda dibatalkan, tapi masih dipertahankan. Ini yang membuat kami kecewa,” katanya.

Ia pun meminta pimpinan wilayah agar memberikan teguran tegas kepada pimpinan sidang agar kejadian serupa tidak terulang.

Hafas menilai kekacauan dalam pelaksanaan Musda kali ini tidak terlepas dari peran pimpinan sidang.

“Kami minta teguran tegas, karena ini yang membuat Musda menjadi kacau,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved