Sabtu, 11 April 2026

SBT Hari Ini

Wabup SBT Akui Dokter Spesialis Masih Langka: Ini PR Besar Pemerintah Daerah

Kondisi ini disebutnya sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Haliyudin Ulima
PEMDA SBT - Wakil Bupati SBT, Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena, saat diwawancarai awak media di Gedung Serbaguna Kesehatan Kota Bula, Kabupaten SBT, Sabtu (1/11/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena, menyoroti masih minimnya tenaga dokter spesialis di Kabupaten SBT. 

Kondisi ini disebutnya sebagai pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Miftah saat meninjau kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang SBT di Gedung Serbaguna Kesehatan, Kota Bula, Sabtu (1/11/2025).

“Penyebaran dokter umum di semua puskesmas sudah terpenuhi, tapi dokter spesialis masih sangat terbatas. Ini memang jadi PR besar bagi kami pemerintah daerah,” ungkap Miftah kepada wartawan.

Ia mengaku, meski pemerintah daerah terus berupaya melakukan pemerataan tenaga kesehatan, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan rendahnya minat dokter spesialis untuk bertugas di wilayah Timur Indonesia.

Baca juga: IDI SBT Hadirkan Dokter Spesialis Lengkap, Ratusan Warga Serbu Pemeriksaan Gratis di Bula

Baca juga: Agenda Kunker, Irjen Dadang Hartanto Sambangi Mapolres Maluku Tengah

“Dengan keterbatasan anggaran dan kelangkaan profesi dokter spesialis, tidak mudah untuk menarik mereka datang. Bahkan di RSUD Leimena, rumah sakit rujukan provinsi, dari delapan formasi yang dibuka, baru dua yang terisi,” ujarnya.

Pihaknya menilai, rendahnya insentif juga menjadi faktor penghambat. 

Karena itu, Pemda SBT kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menambah dukungan bagi tenaga medis spesialis.

“Insentif yang ada masih tergolong rendah, dan itu mungkin jadi alasan kenapa banyak dokter spesialis enggan datang ke daerah. Tapi sekarang kita sudah dapat bantuan insentif dari pemerintah pusat, mudah-mudahan ini bisa jadi pemicu agar mereka tertarik bertugas di SBT,” jelasnya.

Selain persoalan tenaga medis, Miftah turut menyoroti sarana dan prasarana kesehatan yang masih perlu pembenahan. 

Ia menyebut RSUD SBT telah memiliki alat CT scan tercanggih di Maluku, namun belum dapat digunakan maksimal karena keterbatasan daya listrik.

“CT scan kita termasuk yang paling canggih di Maluku, tapi sayangnya daya listrik rumah sakit belum mencukupi. Ini sedang kita upayakan agar alat itu bisa segera beroperasi,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved