Kamis, 9 April 2026

SBT Hari Ini

SBT Catat Rp. 874 Miliar Pendapatan, Sektor Perikanan dan Pertanian Jadi Tulang Punggung

Pendapatan daerah SBT 2025 terealisasi Rp. 874 miliar dari target Rp. 939 miliar, dengan PAD melampaui target.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
PEMDA SBT - Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur Terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di ruang sidang DPRD, Rabu (8/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pendapatan daerah SBT 2025 terealisasi Rp. 874 miliar dari target Rp. 939 miliar, dengan PAD melampaui target.
  • Belanja daerah mencapai sekitar Rp.890 miliar, namun data masih bersifat sementara dan belum diaudit.
  • Pemerintah dorong ekonomi lewat infrastruktur, perikanan, dan pertanian sebagai sektor unggulan.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada tahun anggaran 2025 mencapai Rp.874 miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang dipaparkan di hadapan DPRD, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, pendapatan daerah sebelumnya ditargetkan sebesar Rp. 939 miliar.

“Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 939 miliar dan terealisasi Rp. 874 miliar,” ujarnya.

Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer, serta lain-lain pendapatan sah.

Baca juga: Tahun 2025, Serapan Belanja Daerah di Maluku Tengah Capai 88,22 Persen 

Baca juga: Bupati Malteng Serahkan LKPJ 2025 ke DPRD: IPM Meningkat, Tingkat Kemiskinan Alami Penurunan 

Bupati menyebut, PAD bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, meskipun pendapatan transfer masih menjadi penyumbang terbesar.

Sementara itu, dari sisi belanja, realisasi anggaran daerah mencapai sekitar Rp. 890 miliar.

Belanja tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, hingga transfer ke daerah dan desa.

Meski demikian, Fachri menegaskan bahwa seluruh data keuangan tersebut masih bersifat sementara.

“Data ini masih dalam proses penyusunan dan belum diaudit oleh BPK,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel agar pembangunan daerah berjalan efektif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten SBT juga terus mendorong peningkatan daya saing daerah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor unggulan.

Fachri mengungkapkan, panjang jaringan jalan di wilayah SBT saat ini mencapai 648,220 kilometer.

Jaringan tersebut terdiri dari jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten yang menjadi penopang konektivitas antarwilayah.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved