SBT Hari Ini
Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Bula SBT, Warga Ngeluh
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang jalan depan SPBU Bula.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Antrean panjang kendaraan kembali mewarnai ruas jalan utama di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Rabu (22/10/2025).
Sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular hingga ratusan meter, menunggu giliran untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang jalan depan SPBU Bula.
Sebagian pengendara terlihat memilih menunggu di dalam kendaraan, sementara lainnya berdiri di bawah terik matahari sambil sesekali memantau pergerakan antrean yang berjalan lambat.
Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Antrean serupa sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
“Sudah biasa begini tiap hari. Kadang bisa antre satu sampai dua jam baru dapat bensin,” keluh Ridwan (32), salah satu pengendara yang ikut dalam antrean panjang tersebut.
Baca juga: Pasar Bongkar Bula Kotor dan Bau Akibat Sampah: Ada Bak Tapi Tak Difungsikan
Baca juga: Kolaborasi Dispora Malteng dan Insan Pers, Siswa SMA Ikut Pelatihan Jurnalistik
Meski mengeluhkan kondisi tersebut, dirinya tak tahu pasti penyebabnya.
Lebih lanjut dikatakan, situasi ini seringkali menghambat aktivitas warga, terutama bagi sopir dan nelayan yang menggantungkan mata pencaharian pada ketersediaan bahan bakar.
“Kalau BBM kosong, otomatis kami tidak bisa jalan. Kadang kalau stok habis di SPBU, kami harus beli di eceran dengan harga lebih mahal,” tambahnya.
Akibatnya, warga turut menyesalkan minimnya langkah antisipatif dari pihak pengelola SPBU maupun pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan yang sudah berulang kali terjadi ini.
“Harusnya pemerintah atau Pertamina bisa atur stok lebih baik, karena antrean panjang seperti ini bikin macet dan bahaya di jalan,” sesalnya.
Selain menyebabkan kemacetan, antrean panjang kendaraan juga membuat sebagian ruas jalan menjadi sempit dan sulit dilalui pengguna jalan lainnya.
Tak jarang, kendaraan yang melintas harus memperlambat laju untuk menghindari antrean yang menjorok hingga ke badan jalan.
Warga berharap, pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mencari solusi agar persoalan antrean BBM ini tidak terus terulang.
Pasalnya, selain mengganggu arus lalu lintas, situasi tersebut juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kita harap jangan cuma dibiarkan. Kasihan masyarakat, tiap hari buang waktu hanya untuk beli bensin,” tutup Ridwan.(*)
| Layanan Feri Terhenti, Dishub SBT Bakal Kebut Perbaikan Tanusang 01 |
|
|---|
| Heboh Temuan BPK, Bapenda SBT: Ini Murni Kesalahan Administrasi |
|
|---|
| Bapenda SBT Tegas, Rp163 Juta Temuan BPK Dipastikan Kembali ke Kas Daerah |
|
|---|
| Pesan Tegas Wamendiktisaintek RI: Lulusan Daerah di SBT Jangan Minder, Berani Bersaing! |
|
|---|
| 53 Sarjana Baru STKIP IWN Siap Terjun, Bupati SBT Soroti Tantangan Globalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jgffkksd.jpg)