SBT Hari Ini
Layanan Feri Terhenti, Dishub SBT Bakal Kebut Perbaikan Tanusang 01
Kapal Feri Tanusang 01 rute Airnanang–Geser rusak sejak 1–2 bulan, sehingga pelayanan penyeberangan terganggu.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Kapal Feri Tanusang 01 rute Airnanang–Geser rusak sejak 1–2 bulan, sehingga pelayanan penyeberangan terganggu.
- Kerusakan disebabkan air laut masuk ke mesin, dan saat ini masih dalam proses perbaikan.
- Sementara itu, masyarakat terpaksa menggunakan speedboat dengan biaya Rp50 ribu per orang.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kapal Feri Tanusang 01 yang melayani rute Airnanang - Geser hingga mengalami kerusakan hingga kini, Kamis (30/4/2026).
Akibatnya, aktivitas keberangkatan bagi masyarakat terpaksa kembali menggunakan Speedboat dengan biaya Rp. 50 ribu setiap orang dengan jarak tempuh 10 kilo meter jika diukur menggunakan Google Maps.
Baca juga: Proyek Hilirisasi Kelapa-Pala di Malteng Bakal Serap 18 Ribu Tenaga Kerja
Baca juga: Soroti Laporan Ayu Puttileihat ke Bareskrim, Nirahua: Sudah Tersangka Kok Laporkan Kasus yang Sama?
Kepala Dinas Perhubungan SBT, Murad Wokas, mengatakan kerusakan tersebut sudah berlangsung selama satu hingga dua bulan.
“Feri Tanusan 01 ini sudah sekitar satu sampai dua bulan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyebab utama kerusakan adalah masuknya air laut ke dalam sistem mesin kapal.
“Air asin masuk di karter oli sehingga mesin mengalami kerusakan,” jelasnya.
Kata dia, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses perbaikan.
Termasuk mendatangkan tenaga teknisi dari Ambon untuk menangani kerusakan tersebut.
Saat ini, proses perbaikan sedang berlangsung dengan tahapan pembongkaran mesin.
“Kita sudah komunikasi dengan teknisi dari Ambon maupun Jakarta. Kita sudah bongkar mesin dan sementara ini masih dalam proses pengerjaan,” katanya.
Ia menambahkan, teknisi yang menangani perbaikan akan kembali ke Ambon untuk mengambil suku cadang yang dibutuhkan.
Setelah itu, komponen yang rusak akan segera diganti.
“Nanti teknisi kembali ke Ambon ambil suku cadang, lalu kita pasang supaya feri bisa beroperasi lagi,” bebernya.
Murad menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam karena layanan feri sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia bahkan mengaku prihatin karena layanan tersebut sempat terhenti saat momen penting.
“Waktu puasa sampai Lebaran kemarin, feri tidak bisa melayani masyarakat,” tutupnya.(*)
| Gedung Laboratorium Lama DLH SBT Terbengkalai, Ini Solusi Kadis |
|
|---|
| Inspektorat SBT Belum Bisa Periksa Proyek Revitalisasi SMP 18 di Wakate, Tunggu Juknis Pusat |
|
|---|
| Dana Desa Hoti Disorot, Inspektorat SBT Siapkan Pemeriksaan Khusus |
|
|---|
| Gedung Laboratorium DLH SBT Terbengkalai, Alat Uji Air hingga Udara Rusak Berat |
|
|---|
| Kasus DD dan ADD Negeri Geser Belum Tersentuh, Inspektorat SBT Tunggu Laporan Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/WokasMurad.jpg)