Senin, 11 Mei 2026

SBT Hari Ini

Pasar Bongkar Bula Kotor dan Bau Akibat Sampah: Ada Bak Tapi Tak Difungsikan

Pantauan TribunAmbon.com, terlihat banyak kantong plastik berisi sampah rumah tangga dan limbah pasar yang berserakan di sekitar bak penampung.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Haliyudin Ulima
SAMPAH - Bak penampungan sampah di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten SBT, Rabu (22/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi lingkungan di kawasan Pasar Bongkar, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tampak memprihatinkan. 

Tumpukan sampah berserakan di luar bak penampung yang disediakan pemerintah, Rabu (22/10/2025).

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, terlihat banyak kantong plastik berisi sampah rumah tangga dan limbah pasar yang berserakan di sekitar bak penampung. 

Tak hanya itu, beberapa hewan seperti ayam, kambing, dan kucing tampak mengais tumpukan sampah yang menumpuk di tepi jalan menuju pesisir pantai.

Padahal, pemerintah telah menyediakan dua bak penampung sampah permanen di titik tersebut agar warga dapat membuang sampah dengan tertib. 

Namun, kenyataannya, sebagian besar warga justru membuang sampah di luar bak.

Kondisi itu membuat kawasan Pasar Bongkar terlihat kumuh dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat, terutama saat angin laut berhembus ke arah jalan utama. 

Bau tak sedap tersebut kerap dikeluhkan warga sekitar dan para pengendara yang melintas.

“Setiap hari begini, sampah numpuk di luar. Kalau lewat sini harus tahan napas karena bau sekali,” keluh Arifin (41). 

Baca juga: Kolaborasi Dispora Malteng dan Insan Pers, Siswa SMA Ikut Pelatihan Jurnalistik

Baca juga: Warnai HUT Ke-68 Kota Masohi, Puluhan Siswa SD - SMP Tampil Apik Saat Lomba Bertutur

Ia mengaku, tumpukan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya itu ulah dari kesadaran masyarakat yang sangat minim. 

“Sudah sering dibersihkan, tapi nanti satu dua hari kemudian begitu lagi. Orang buang sembarang saja, padahal baknya ada,” ujarnya.

Selain mengganggu pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. 

Sampah organik yang membusuk di bawah terik matahari menjadi tempat berkembang biak lalat dan serangga, yang dapat menyebarkan penyakit ke warga sekitar.

Sejujmlah warga berharap, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten SBT dapat segera turun tangan menertibkan lokasi tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved