SBT Hari Ini
Keluarga Korban Pencabulan Anak di SBT Nilai Ada Kejanggalan Penanganan Kasus
Adiknya diketahui menjadi korban atas dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum gurunya sendiri pada salah satu SMP.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM - Keprihatinan mendalam menyelimuti keluarga korban pencabulan, setelah kakak korban meluapkan kemarahan dan kekecewaannya di hadapan pihak kepolisian terkait penanganan kasus adiknya.
Adiknya diketahui menjadi korban atas dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum gurunya sendiri pada salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Dalam kesaksian yang sarat emosi, ia mempertanyakan kinerja aparat setelah mendapat kabar bahwa pelaku, yang merupakan guru korban, justru sudah berada di Geser, Kecamatan Seram Timur, beberapa waktu lalu.
Padahal sebelumnya, pelaku telah telah diserahkan secara utuh oleh keluarga korban ke pihak kepolisian, dengan harapan agar masalah itu dapat ditangani secara baik-baik.
"Saya datang ke kantor Polisi dengan baik, dan mempercayakan kasus ini kepada Polisi. Pelaku kami serahkan ke Polisi dengan keadaan utuh, bapak korban bahkan tidak memukulnya," ujar kaka korban.
Baca juga: Citra Polri Tercoreng: Bripka Erick Risakotta Terjerat Kasus 86 Sianida di Maluku
Baca juga: Kerap Terjadi Macet di Pasar Mardika, Warga Salahkan Angkot Parkir
Namun, kepercayaan itu kini runtuh.
Kakak korban mengaku terheran-heran mendengar kabar perpindahan pelaku, seolah menuduh adanya kejanggalan dalam penanganan kasus adiknya itu.
"Kemarin dulu saya mendengar kabar bahwa pelaku sudah berada di Geser, kenapa sampai begitu? Ada apa yang kalian sembunyikan?" tanyanya.
Pihaknya menilai, jika penanganan kasus tersebut lambat seperti ini, pihaknya lebih memilih untuk mengambil langkah sendiri daripada menyerahkan pelaku ke penegak hukum.
"Jikalau saya tahu hukum seperti ini, mungkin saya sudah bawa pelaku ke masyarakat dan menghakimi sendiri tanpa perlu membawanya ke sini," sesalnya.
Pernyataan ini menunjukkan betapa besar kekecewaan dan hilangnya harapan akan keadilan melalui jalur hukum resmi.
Kakak korban juga menyoroti penderitaan fisik dan batin ayahnya sebagai dampak kasus ini.
"Kalian lihat ini adalah bapaknya, dulu badannya tidak seperti ini, demi anaknya dia sampai sekurus ini karena anaknya dicabuli oleh gurunya sendiri," katanya.
Puncak kekecewaan keluarga adalah lambatnya penanganan kasus yang terkesan hilang begitu saja.
| 2 Kali Mengadu, Pedagang Pasar Gumumae Kecewa Tuntutan Tak Direalisasi DPRD |
|
|---|
| Pasar Gumumae Bula Sepi, Pedagang Soroti Maraknya Penjual di Luar Area |
|
|---|
| Groundbreaking Jembatan Garuda Desa Engglas, Ini Pesan Dandim 1502/Masohi |
|
|---|
| Retribusi Tetap Dipungut, Pedagang Pasar Gumumae Bula Keluhkan Minimnya Air Bersih |
|
|---|
| Bupati SBT Pimpin Apel Perdana Pasca Idul Fitri, Tekankan Disiplin dan Kinerja ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/kaka-korban.jpg)