Jumat, 15 Mei 2026

SBT Hari Ini

Penanganan Kasus Pencabulan Guru ke Siswa di SBT Lambat, Warga Geruduk Polres SBT

Kedatangan mereka menyusul penanganan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang guru terhadap salah satu siswanya sendiri.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Haliyudin Ulima
DEMONTRASI - OKP dan LSM saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polres SBT, Senin (29/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah masa aksi yang tergabung dalam LSM dan OKP se-kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) geruduk Markas Polres SBT, Senin (29/9/2025). 

Kedatangan mereka menyusul penanganan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang guru terhadap salah satu siswanya sendiri, dinilai lambat ditangani pihak Polres. 

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi pukul 10:00 WIT, masa aksi mulai bertolak dari kawasan Kelapa Dua menuju perempatan Mesjid Raya Kota Bula, sebelum dilanjutkan ke Markas Polres SBT

Mereka menggunakan dua mobil pickup yang dilengkapi dengan alat pengeras suara, beserta sejumlah pamflet berisikan tuntutan mereka. 

Baca juga: Pencemaran Limbah B3, Warga Desa Dava Pulau Buru Minta Penghentian Seluruh Aktivitas Tong

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Senin 29 September 2025, Semua Wilayah Alami Cuaca Cerah Berawan

Beberapa diantaranya bertuliskan:

"Setop Kekerasan Terhadap Perempuan"
"Guru Harus Jadi Pelindung Bukan Predator"
"Kami Tidak Percaya Terhadap Penyidikan Polres SBT"
"Polres dan Kasat Reskrim SBT Layak di Copot "

Ramla Rumalean salah satu orator menyoroti lambatnya penanganan kasus oleh pihak kepolisian lantaran hingga kini belum mendapat kejelasan 

"Masalah ini sudah dari 6 September tidak ada kejelasan sampai sekarang dari pihak kepolisian, waktu yang begitu panjang tapi tidak ada kejelasan, ada apa?," ujarnya. 

Ia menyebut, jika kinerja pihak kepolisian tidak becus dalam menuntaskan kasus ini, pihaknya tidak lagi mempercayai pihak kepolisian. 

"Kalau kinerja polres seperti ini, masyarakat tidak percaya lagi dengan hukum," lanjutnya. 

Lebih lanjut dikhawatirkan, jika masalah ini tak kunjung menemukan kejelasan yang pasti, kejadian serupa bakal terulang di kemudian hari. 

"Kalau masalah ini tidak ditindaklanjuti dengan baik, maka kedepan akan ada korban-korban yang lebih banyak lagi. Kalau misalakan masalah ini terjadi pada bapak ibu kepolisian, apa yang bapak ibu lakukan?," bebernya. 

Pihaknya berharap, agar pihak kepolisian dapat bergerak cepat dalam mengusut secara tuntas dan seadil-adilnya. 

"Kenapa masalah ini ketika sampai di polres, masalah ini hilang, kami tidak minta banyak, kami hanya minta keadilan untuk adik perempuan kami," tutupnya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved