SBT Hari Ini
Bupati Fachri Respon Keluhan Warga, Harga Paket Sembako Turun Jadi Rp. 70 ribu Per Kilo
Dari 1000 paket yang disediakan untuk wilayah tersebut, harga jualnya dipangkas dari Rp 95.000 menjadi Rp 70.000 per paket.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
BULA, TRIBUAMBON.COM - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan mengambil langkah cepat dalam menyukseskan Gerakan Pangan Murah Nasional.
Dari 1000 paket yang disediakan untuk wilayah tersebut, harga jualnya dipangkas dari Rp 95.000 menjadi Rp 70.000 per paket.
Keputusan ini diambil langsung oleh Bupati SBT setelah menampung keluhan dari masyarakat.
Paket sembako yang terdiri dari 5 kg beras, 1 kg gula, dan 1 liter minyak goreng, kini menjadi lebih terjangkau berkat subsidi tambahan dari keputusan bupati itu.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Novel Alkatiri saat diwawancarai awak media di pelataran kantornya, Sabtu (30/8/2025).
"Alhamdulillah, Pak Bupati ambil kebijakan setelah diskusi dengan saya, jadi diturunkan menjadi Rp70.000 per paket, dan masyarakat sangat senang dengan keputusan ini," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Seram Bagian Timur Gelar Gerakan Pangan Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan
Baca juga: Jadi Program Prioritas, Warga Desa Rumah Tiga Bersihkan Lingkungan Tempat Tinggal
1.000 paket sembako yang disediakan untuk gerakan pangan murah iru dilaksanakan serentak secara nasional di 7.785 kecamatan.
Gerakan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan.
Novel menyebut, untuk mekanisme penyaluran paket sembako ini diatur dengan ketat untuk memastikan tepat sasaran.
Kupon sebanyak 1.000 lembar disebar secara merata ke seluruh desa melalui camat.
Kepala desa diberi tanggung jawab penuh untuk menentukan siapa warganya yang paling berhak membeli paket tersebut, dengan prioritas diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Tanggung jawab kepala desa, supaya mereka tahu warganya yang pantas membeli itu siapa," jelas sumber tersebut, jika ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kedapatan membeli, itu kita cut," tegasnya.
Setelah sukses dengan gerakan hari ini, pihaknya berencana untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait, untuk tindak lanjut di masa mendatang.
Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat SBT.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.