SBT Hari Ini

Kisah Pilu Wahyudi, Bocah 1 Tahun di SBT Alami Gizi Buruk

Wahyudi, seorang bocah berusia satu tahun, kini menjadi wajah baru dari perjuangan melawan gizi buruk yang masih menghantui wilayah ini.

|
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
ISTIMEWA
GIZI BURUK - TP PKK Kabupaten SBT saat mengunjungi Wahyudi di RSUD Bula, Sabtu (30/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUAMBON.COM - Di balik hutan sagu terbanyak di Maluku, dan kehidupan sederhana di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sebuah kisah pilu kembali terungkap. 

Wahyudi, seorang bocah berusia satu tahun, kini menjadi wajah baru dari perjuangan melawan gizi buruk yang masih menghantui bumi Ita Wotu Nusa.

Sabtu (30/8/2025) sore, Puskesmas Nama, Kecamatan Siritaun Wida Timur, menjadi saksi bisu kecemasan sepasang orang tua, Tajudin dan Eny Rumakabis. 

Bagaimana tidak, Wahyudi putra mereka, terbaring lemah dengan kondisi yang terus memburuk. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Ambon Besok, 1 September 2025: Sirimau Waspada Hujan Ringan

Baca juga: Perkiraan Cuaca di Maluku Minggu 31 Agustus 2025, Tual-Malra-Tanimbar dan Kepulauan Aru Cerah

Ia sudah tiga minggu menderita demam dan sesak napas, pihak Puskesmas harus mengambil keputusan berat. 

Wahyudi harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula.

Namun, keputusan itu terbentur pada kenyataan pahit. Orang tua Wahyudi tidak memiliki cukup biaya untuk transportasi. 

Di tengah kebuntuan itu, secercah harapan datang. Kepala Puskesmas Nama Husnul Afifa Rumatiga, berinisiatif menghubungi Ketua TP PKK kabupaten, Ny. Ika Alkatiri. 

Tanpa ragu, istri Bupati SBT itu langsung memerintahkan agar Wahyudi segera dibawa ke rumah sakit, menunjukkan kepedulian yang tulus.

Berkat respons cepat ini, Wahyudi akhirnya sampai di RSUD Bula dan langsung mendapat penanganan intensif. 

Hawa Lewaru, salah satu pengurus TP PKK yang mengunjungi pasien, menyampaikan rasa syukurnya. 

"Atas perintah ibu ketua, alhamdulillah anak kita ini sekarang sudah di RSUD Bula dan mendapat penanganan medis," ujarnya. 

Selain kunjungan, TP PKK juga memberikan bantuan berupa uang tunai, susu, dan kebutuhan bayi lainnya, sebagai bentuk dukungan moral dan materiil.

Dr. Kanti, dokter yang menangani Wahyudi, menjelaskan kondisi pasien gizi buruk yang dideritanya telah menyebabkan daya tahan tubuh menurun drastis, membuatnya rentan terhadap penyakit. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved