Rabu, 29 April 2026

SBT Hari Ini

Perangi Stunting, Wakil Bupati SBT Serukan Kolaborasi Lintas Sektor

Seruan ini disampaikan saat dirinya memimpin rapat koordinasi bersama tim percepat penurunan stunting di Sigafua Resto, Kota Bula, Kamis (28/8/2025).

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Tribunambon/ali
PENURUNAN STUNTING - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) saat rapat koordinasi di Sigafua Resto, Kota Bula, Kamis (28/8/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUAMBON.COM - Untuk mempercepat penurunan angka stunting dI Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Wakil Bupati M. Miftah Thoha Rumarey Wattimena serukan kolaborasi lintas sektor.

Seruan ini disampaikan saat dirinya memimpin rapat koordinasi bersama tim percepat penurunan stunting di Sigafua Resto, Kota Bula, Kamis (28/8/2025).

Vitho yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten SBT itu, menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga ancaman bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. 

Baca juga: Lantik Sejumlah Pejabat Baru, Bupati SBT Minta Target Kinerja dan Evaluasi Berkala Diutamakan

Baca juga: Puskesmas Waru Bersama PT. Strata Pasific Adakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Ia menyoroti risiko stunting yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta menurunkan produktivitas anak-anak di kemudian hari.

"Keberhasilan kita sangat ditentukan oleh komitmen, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor," ujarnya.

Ia menilai, untuk mencapai target penurunan stunting yang ditetapkan pemerintah pusat, kordinasi menjadi hal mendasar yang perlu dilakukan.

"Penguatan koordinasi, seluruh perangkat daerah harus bersinergi dan tidak bekerja sendiri-sendiri," jelasnya.

Selain itu, langkah intervensi yang efektif juga dipandang penting, didalamnya mencakup kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, air bersih, sanitasi, dan edukasi keluarga, yang mesti dilaksanakan secara nyata di lapangan.

"Keterlibatan masyarakat, desa dianggap sebagai garda terdepan, sehingga peningkatan kapasitas kader posyandu, kader PKK desa, dan pendamping keluarga menjadi sangat vital," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga bakal melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin agar penurunan stunting di daerahnya bisa diperangi secara maksimal.

"Melakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan berdampak nyata," katanya.

Ia berharap rapat koordinasi yang digelar bisa menghasilkan strategi yang terarah, sehingga target penurunan stunting di SBT dapat tercapai, bahkan melampaui target nasional. 

"Saya yakin dengan kerja keras, sinergi, dan kepedulian kita bersama, target penurunan stunting di SBT tahun 2025 dapat tercapai," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved