SBT Hari Ini
Kasus Pengadaan Obat Dinkes SBT Diselidiki, Polisi Masih Tahap Klarifikasi
Polres Seram Bagian Timur masih menyelidiki dugaan kasus pengadaan obat di Dinkes, kini tahap klarifikasi.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Polres Seram Bagian Timur masih menyelidiki dugaan kasus pengadaan obat di Dinkes, kini tahap klarifikasi.
- Ainul Andri Lubis menegaskan belum ada pemeriksaan, fokus pada verifikasi data.
- Kasus ini mencuat usai aksi LMND dan sorotan DPRD terkait distribusi obat.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Polres Seram Bagian Timur terus mendalami kasus dugaan pengadaan obat di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Hingga Senin (27/4/2026), penanganan perkara masih berada pada tahap penyelidikan awal.
Kasatreskrim Polres SBT, Ainul Andri Lubis, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih fokus pada klarifikasi terkait proses pengadaan obat dan belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
“Untuk Dinas Kesehatan, kami masih terfokus pada pengadaan obatnya saja,” ujarnya.
Baca juga: Era Baru Dimulai! Gemini, Leo, dan Aquarius Diprediksi Melesat Kencang
Baca juga: Hanya 1 Jam Pasca Dijebloskan ke Penjara, Tersangka Kasus Asusila Tewas Dikeroyok
Ia menegaskan, berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat belum dapat dipastikan kebenarannya karena penyidik masih melakukan pendalaman.
“Berbagai dugaan yang disampaikan masyarakat, sejauh ini belum ada kejelasan dari hasil penyelidikan kami,” katanya.
Menurutnya, proses yang berjalan saat ini masih sebatas penyelidikan dan verifikasi data. Penanganan perkara tindak pidana korupsi, lanjutnya, memiliki tahapan berbeda dibandingkan dengan pidana umum.
“Dalam perkara korupsi, kami memulai dari verifikasi data, kemudian dilanjutkan dengan klarifikasi,” jelasnya.
Ainul mengungkapkan, tahap verifikasi data telah selesai dan saat ini penyidik tengah memasuki proses klarifikasi.
Ia juga menepis anggapan bahwa telah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait.
“Belum ada pemeriksaan. Saat ini masih tahap klarifikasi. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan kembali,” tegasnya.
Sebelumnya, kasus ini menjadi sorotan publik setelah empat orang yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten SBT menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri SBT pada Senin (13/4/2026).
Mereka menyoroti pengadaan obat di Dinkes SBT, termasuk keterlibatan PT Amar sebagai distributor.
Selain itu, Komisi III DPRD Kabupaten SBT juga turut menyoroti distribusi obat yang diduga mendekati masa kedaluwarsa di lingkungan Dinas Kesehatan setempat. (*)
| Angkat Identitas Daerah, PDI Perjuangan SBT Dorong Makanan Khas Sagu Dipatenkan |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan SBT Dorong Hilirisasi Sagu Lewat Lomba Gulung Pepeda |
|
|---|
| SBT Dapat 200 Unit BSPS, Pemda Diminta Aktif Usulkan Data Warga |
|
|---|
| Program BSPS di Negeri Hote SBT Ditolak Kades, Tim Pendamping Pilih Alihkan ke Desa Lain |
|
|---|
| Efisiensi Rp117 Miliar, Bupati SBT Akui Banyak Program Pembangunan Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/POLISI-SBT-LAI.jpg)