Polemik Raja Soya
Polemik Raja Negeri Soya Temui Titik Terang, Voting Mata Rumah Parentah Menangkan Reno Rehatta
Polemik pemilihan Raja Negeri Soya, Kota Ambon, kembali mencuat setelah rapat anak-anak Mata Rumah Parentah Rehatta digelar pada 12 Maret 2026.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Polemik pemilihan Raja Negeri Soya, Kota Ambon, kembali mencuat setelah rapat anak-anak Mata Rumah Parentah Rehatta digelar pada 12 Maret 2026.
- Dalam rapat tersebut dilakukan voting calon Raja, dan Reno Rehatta meraih 24 suara dari anggota keluarga yang hadir.
- Rapat digelar sebagai tindak lanjut putusan pengadilan terkait sengketa pemilihan raja, meski tidak semua anggota mata rumah menghadiri pertemuan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Polemik panjang pemilihan Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) atau Raja Negeri Soya, Kota Ambon, mulai menemukan titik terang.
Anak-anak Mata Rumah Parentah Rehatta akhirnya menggelar rapat keluarga yang menghasilkan keputusan melalui mekanisme voting pada Kamis (12/3/2026).
Rapat tersebut dipimpin Kepala Mata Rumah Parentah Rehatta, Carolys Rehatta, dan diketahui sesepuh keluarga, Habel Rehatta.
Baca juga: Tambang Sinabar di Luhu Hasilkan Merkuri, Ketua DPRD SBB: Berbahaya dan Harus Ditutup
Baca juga: Rapat Mata Rumah Parentah Rehatta Digelar, Reno Terpilih Sebagai Raja Negeri Soya
Pertemuan yang dihadiri sebagian anggota keluarga Rehatta itu digelar untuk menindaklanjuti sejumlah putusan pengadilan terkait sengketa pemilihan Raja Negeri Soya.
Putusan yang menjadi dasar pembahasan antara lain Putusan PTUN Ambon Nomor 33/G/2024/PTUN.ABN, Putusan Banding Nomor 13/B/2025/PT.TUN.MDO, serta Putusan Kasasi Nomor 543/K/TUN/2025.
Dalam rapat tersebut, sekitar 40 anak Mata Rumah Parentah Rehatta diundang untuk hadir.
Meski tidak semuanya datang, forum tetap melanjutkan agenda utama yakni proses voting calon Raja Negeri Soya.
Hasilnya, Reno Rehatta terpilih sebagai Raja Negeri Soya dengan perolehan 24 suara dari anggota mata rumah yang hadir.
Reno Rehatta menjelaskan, polemik pemilihan raja di Negeri Soya telah berlangsung cukup lama.
“Perjuangan ini sudah cukup lama, sejak 18 September 2023,” ujarnya.
Menurut Reno, persoalan bermula dari mekanisme awal pencalonan kepala pemerintahan negeri yang dinilai tidak dijalankan sesuai aturan yang berlaku di Kota Ambon.
Ia menegaskan bahwa proses pencalonan seharusnya mengikuti ketentuan dalam Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 8 Tahun 2017, Nomor 9 Tahun 2017, serta Nomor 10 Tahun 2017.
Dalam aturan tersebut, tahapan awal pencalonan Raja Negeri harus dimulai dari musyawarah anak-anak mata rumah.
Reno mengaku sejak awal telah menyatakan diri maju sebagai calon kepala pemerintahan negeri dan mendapat dukungan dari sebagian anggota mata rumah.
| Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Raja Soya Naik Tahap Lidik, Julia dan Vita Segera Dipanggil Polisi |
|
|---|
| Polemik Raja Negeri Soya, Pemkot Ambon Gandeng Ahli Unpatti, Kabag Hukum Dipertanyakan Kualitasnya |
|
|---|
| Reno Rehatta Terpilih Jadi Raja Soya, Wali Kota Ambon Akan Dipidana Jika Tak Jalankan Putusan PTUN |
|
|---|
| Polemik Raja Negeri Soya, Kuasa Hukum Reno Minta Pemkot Ambon Patuhi Putusan Pengadilan |
|
|---|
| Rapat Mata Rumah Parentah Rehatta Digelar, Reno Terpilih Sebagai Raja Negeri Soya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Rehatta-menang.jpg)