Senin, 27 April 2026

SBT Hari Ini

Masih Bekerja di Libya, TKI Asal SBT Minta Dipulangkan Usai Video Viral

Hal itu setelah video dirinya viral di media sosial yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
DUGAAN TPPO - Suriyani Sula, salah satu warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku yang diduga menjadi korban TPPO dan disekap di Libya. 

Ringkasan Berita:
  • Meski masih bekerja di Libya, Suriyani Sula, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta untuk segera dipulangkan ke Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
  • Permintaan tersebut disampaikan langsung Saryani ke Pemerintah Kabupaten SBT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang hingga kini terus mengawal kondisi yang bersangkutan.
  • Hal itu setelah video dirinya viral di media sosial yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Meski masih bekerja di Libya, Suriyani Sula, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta untuk segera dipulangkan ke Indonesia, Sabtu (7/2/2026).

Permintaan tersebut disampaikan langsung Saryani ke Pemerintah Kabupaten SBT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang hingga kini terus mengawal kondisi yang bersangkutan.

Hal itu setelah video dirinya viral di media sosial yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kepala Dinas Nakertrans SBT, Mochtar Rumadan, mengatakan meski saat ini Suriyani masih bekerja dengan majikan yang sama di Libya, korban telah menyampaikan keinginannya untuk segera kembali ke Tanah Air.

“Sekalipun dia menyampaikan kepada kami bahwa sedang bekerja di majikan yang sama, yang bersangkutan meminta agar bisa dipulangkan,” ujarnya.

Baca juga: MODANA by Smart Finance Diluncurkan, Hadirkan Pembiayaan BPKB Tanpa Drama

Baca juga: BMKG Ungkap Potensi Gelombang Tinggi di Maluku Capai 2.5 Meter

Permintaan tersebut disampaikan lantaran kondisi kesehatan Suriyani yang sempat mengalami gangguan.

“Dia menyampaikan kondisi kesehatannya terganggu dan berharap bisa segera kembali ke Indonesia,” lanjutnya.

Dengan komunikasi intens yang terus dilakukan  dengan Suriyani, Mochtar meminta agar yang bersangkutan terus melaporkan perkembangan kondisinya selama berada di luar negeri.

“Saya sudah meminta kepada yang bersangkutan untuk setiap detik, per menit, per jam, per hari melaporkan perkembangannya di sana,” katanya.

Ia menegaskan, laporan rutin tersebut merupakan bagian dari pengawasan aktif pemerintah daerah guna memastikan keselamatan dan kondisi Saryani selama masih berada di Libya.

Mochtar juga mengungkapkan, sejak video Suriyani viral di media sosial, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri langsung memberikan perhatian serius dan memerintahkan jajarannya untuk menelusuri serta mengumpulkan seluruh informasi terkait keberadaan yang bersangkutan.

“Sejak video itu viral, Pak Bupati tidak diam dan terus memerintahkan kami mengumpulkan semua informasi terkait yang bersangkutan,” bebernya.

Hasil penelusuran Disnakertrans SBT menunjukkan bahwa Saryani Sula berangkat ke Libya bukan melalui agen resmi penempatan tenaga kerja, melainkan melalui sponsor.

“Ternyata Suriyani itu tidak dikirim dengan agen resmi, tapi dikirim dengan sponsor,” tandasnya.

Ia menyebutkan, pihak sponsor yang memberangkatkan Saryani telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas proses pemulangan ke Indonesia.

“Yang memberangkatkan dia bersedia diberikan waktu tiga sampai empat hari ke depan untuk mengurus paspor dan visa agar Suriyani bisa kembali ke Indonesia,” tutup Mochtar.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved