SBT Hari Ini
Masih Bekerja di Libya, TKI Asal SBT Minta Dipulangkan Usai Video Viral
Hal itu setelah video dirinya viral di media sosial yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Meski masih bekerja di Libya, Suriyani Sula, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta untuk segera dipulangkan ke Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
- Permintaan tersebut disampaikan langsung Saryani ke Pemerintah Kabupaten SBT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang hingga kini terus mengawal kondisi yang bersangkutan.
- Hal itu setelah video dirinya viral di media sosial yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Meski masih bekerja di Libya, Suriyani Sula, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), meminta untuk segera dipulangkan ke Indonesia, Sabtu (7/2/2026).
Permintaan tersebut disampaikan langsung Saryani ke Pemerintah Kabupaten SBT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang hingga kini terus mengawal kondisi yang bersangkutan.
Hal itu setelah video dirinya viral di media sosial yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kepala Dinas Nakertrans SBT, Mochtar Rumadan, mengatakan meski saat ini Suriyani masih bekerja dengan majikan yang sama di Libya, korban telah menyampaikan keinginannya untuk segera kembali ke Tanah Air.
“Sekalipun dia menyampaikan kepada kami bahwa sedang bekerja di majikan yang sama, yang bersangkutan meminta agar bisa dipulangkan,” ujarnya.
Baca juga: MODANA by Smart Finance Diluncurkan, Hadirkan Pembiayaan BPKB Tanpa Drama
Baca juga: BMKG Ungkap Potensi Gelombang Tinggi di Maluku Capai 2.5 Meter
Permintaan tersebut disampaikan lantaran kondisi kesehatan Suriyani yang sempat mengalami gangguan.
“Dia menyampaikan kondisi kesehatannya terganggu dan berharap bisa segera kembali ke Indonesia,” lanjutnya.
Dengan komunikasi intens yang terus dilakukan dengan Suriyani, Mochtar meminta agar yang bersangkutan terus melaporkan perkembangan kondisinya selama berada di luar negeri.
“Saya sudah meminta kepada yang bersangkutan untuk setiap detik, per menit, per jam, per hari melaporkan perkembangannya di sana,” katanya.
Ia menegaskan, laporan rutin tersebut merupakan bagian dari pengawasan aktif pemerintah daerah guna memastikan keselamatan dan kondisi Saryani selama masih berada di Libya.
Mochtar juga mengungkapkan, sejak video Suriyani viral di media sosial, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri langsung memberikan perhatian serius dan memerintahkan jajarannya untuk menelusuri serta mengumpulkan seluruh informasi terkait keberadaan yang bersangkutan.
“Sejak video itu viral, Pak Bupati tidak diam dan terus memerintahkan kami mengumpulkan semua informasi terkait yang bersangkutan,” bebernya.
Hasil penelusuran Disnakertrans SBT menunjukkan bahwa Saryani Sula berangkat ke Libya bukan melalui agen resmi penempatan tenaga kerja, melainkan melalui sponsor.
“Ternyata Suriyani itu tidak dikirim dengan agen resmi, tapi dikirim dengan sponsor,” tandasnya.
Ia menyebutkan, pihak sponsor yang memberangkatkan Saryani telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas proses pemulangan ke Indonesia.
“Yang memberangkatkan dia bersedia diberikan waktu tiga sampai empat hari ke depan untuk mengurus paspor dan visa agar Suriyani bisa kembali ke Indonesia,” tutup Mochtar.(*)
| Angkat Identitas Daerah, PDI Perjuangan SBT Dorong Makanan Khas Sagu Dipatenkan |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan SBT Dorong Hilirisasi Sagu Lewat Lomba Gulung Pepeda |
|
|---|
| SBT Dapat 200 Unit BSPS, Pemda Diminta Aktif Usulkan Data Warga |
|
|---|
| Program BSPS di Negeri Hote SBT Ditolak Kades, Tim Pendamping Pilih Alihkan ke Desa Lain |
|
|---|
| Efisiensi Rp117 Miliar, Bupati SBT Akui Banyak Program Pembangunan Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Suriyani-Sula.jpg)