Jumat, 24 April 2026

Pemkot Ambon

Hadiri Pesta Tradisi Kaitetu -Tanah Putih Ambon, Ini Kata Ely Toisutta

Minuman sageru yang disediakan merupakan melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan masyarakat.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
TRADISI ADAT- Tampak Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta bersama perangkat desa melakukan tradisi Adat 31 Januari dengan simbolis makan ayam sageru, berlangsung di Dusun Hila Tanah Putih, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Sabtu (31/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menghadiri Pesta Tradisi 31 Januari Kaitetu-Tanah Putih yang berlangsung di Dusun Hila Tanah Putih, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Sabtu (31/01/2026). 
  • Ayam sageru sebagai simbol tanda persaudaraan lintas iman tersebut. 
  • Minuman sageru yang disediakan merupakan melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan masyarakat.
  • Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara kunjungan rumah, nyanyian gandong dan ditutup dengan makan patita bersama. 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menghadiri Pesta Tradisi 31 Januari Kaitetu-Tanah Putih yang berlangsung di Dusun Hila Tanah Putih, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Sabtu (31/01/2026). 

Ayam sageru sebagai simbol tanda persaudaraan lintas iman tersebut. 

Minuman sageru yang disediakan merupakan melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan masyarakat.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan acara kunjungan rumah, nyanyian gandong dan ditutup dengan makan patita bersama. 

Sebelumnya pada awal Januari telah dilakukan perbaikan pergantian atap gereja dan masjid secara bergantian. 

Pantuan TribunAmbon.com, ratusan warga dari Negeri Kaitetu dan Dusun Hila Tanah Putih hadir memenuhi tradisi tersebut. 

Setelah itu penampilan tarian katreji dari anak-anak kecil Dusun Hila Tanah Putih. 

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengingatkan masyarakat untuk melestarikan dan berkumpul merayakan tradisi luhur yang diwariskan hingga hari ini.

Tradisi yang mengajarkan nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menjaga antar sesama. 

Baca juga: Gerakan Pemuda Hijau, UPTD KPH SBT Gandeng Pelajar Tanam 1.000 Pohon

Baca juga: Warga Swadaya Perbaiki Jembatan Taeno-Wakal Pasca Ambruk Juni 2025

Selain itu, Toisutta juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi mendatang.

Momentum adat dan budaya tersebut, menurutnya sejalan dengan visi Ambon, yakni Ambon sebagai kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa visi tersebut hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat terus bergandengan tangan bersama pemerintah.

Disebutnya, pembangunan yang kuat tidak hanya diukur dari fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari persaudaraan, keadilan sosial, dan kepedulian antar sesama.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan rangkaian pesta rakyat yang berlangsung selama tiga hari. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved