Selasa, 12 Mei 2026

Pemkot Ambon

Ambon Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional, 650 Agen Dilatih Untuk Pendataan

Sebanyak 650 agen mengikuti pelatihan pendataan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial. 

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
DIGITALISASI BANSOS- Tampak suasana kegiatan Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial, di Ruang Rapat Vlissingen-Balai Kota Ambon, Maluku, Selasa (12/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 650 agen mengikuti pelatihan pendataan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial. 
  • Hal ini karena Ambon terpilih masuk dalam kelas satu yaitu kota pilot project digitalisasi bantuan sosial, bersama 42 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia.
  • Pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos) sendiri adalah uji coba peralihan sistem penyaluran dari metode manual/berbasis kertas ke sistem elektronik terpadu.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik kepada masyarakat. 

Kali ini peningkatan dilakukan pada pendataan penyaluran bantuan sosial (bansos). 

Sebanyak 650 agen mengikuti pelatihan pendataan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial. 

Hal ini karena Ambon terpilih masuk dalam kelas satu yaitu kota pilot project digitalisasi bantuan sosial, bersama 42 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia.

Pilot project digitalisasi bantuan sosial (bansos) sendiri adalah uji coba peralihan sistem penyaluran dari metode manual/berbasis kertas ke sistem elektronik terpadu.

Dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi data, transparansi, dan ketepatan sasaran, menggunakan teknologi berbasis AI dan Integrasi data. 

Kegiatan ini dibuka langsung Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena di Ruang Rapat Vlissingen-Balai Kota Ambon, Maluku, Selasa (12/5/2026). 

Baca juga: Bendungan Wai Apu di Buru Ditargetkan Rampung 2027, Siap Aliri 10.000 Hektare Sawah

Baca juga: Sengketa Kepala Dati Nasela Memanas, Raja Hitumessing dan Camat Leihitu Digugat ke PTUN Ambon

Wattimena menyampaikan rasa syukur karena Kota Ambon menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam program digitalisasi bantuan sosial.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Bank Indonesia yang telah mendorong tranformasi digitalisasi ini. 

“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena Kota Ambon terpilih masuk dalam kelas satu kota pilot project digitalisasi bantuan sosial. Ini merupakan kepercayaan besar di tengah berbagai keterbatasan yang kita miliki,” ungkapnya.

Peningkatan ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam penyaluran bansos secara akurat dari pemerintah. 

Setelah sebelumnya banyak keluhan masyarakat karena dinilai belum tepat sasaran. 

“Sering kali masyarakat mengeluh karena tidak pernah menerima bantuan, sementara ada warga yang secara ekonomi sudah layak justru tetap mendapat bantuan. Permasalahan utama ada pada mekanisme penentuan penerima yang masih dipengaruhi subjektivitas,” tandasnya. 

Melalui kegiatan ini, Wali Kota berharap ratusan agen ini dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab pendataan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved