Jumat, 17 April 2026

Pemprov Maluku

Gubernur Maluku Sedih, Ada ASN Pemprov Terpapar HIV AIDS

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (57) mengungkap rasa sedih atas fakta mengejutkan soal penularan virus HIV - AIDs.

|
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Mesya
HIV/AIDS - Potret Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Gubernur sedih ada ASN Pemprov Maluku terpapar HIV/AIDs. 
Ringkasan Berita:
  • Hingga akhir 2025 tercatat 9.955 kasus kumulatif HIV/AIDS di provinsi berpenduduk 1,9 juta jiwa ini. 
  • Bulan lalu, Wagub Abdullah Vanath menyebut ’tiap hari di Maluku ada satu kasus HIV. Rerata tiap bulan 45 laporan kasus baru.
  • Virus ini terpapar melalui hubungan seksual bebas, air liur, dan interaksi dan malapraktik medik.
  • Sebanyak 77 persen penyitas HIV-AIDS di Maluku menyasar kelompok usia produktif 15–39 tahun.

 

AMBON, TRIBUN-AMBON.COM — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (57) mengungkap rasa sedih atas fakta mengejutkan soal penularan virus HIV - AIDs di daerahnya.

Ternyata, ada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya terpapar virus mematikan penurunan daya tahan tubuh ini.

"Saya sangat sedih mengetahui fakta ini,” ujar Hendrik di bulan ke-10 masa jabatannya sebagai gubernur, Rabu (17/12/2025) di kantornya.

Karene pertimbangan etik medis, Hendrik tak menyebut angka dan identitas ASN penyitas virus mematikan itu. 

Otoritas kesehatan Maluku mengkonfirmasi hingga akhir 2025 tercatat 9.955 kasus kumulatif HIV/AIDS di provinsi berpenduduk 1,9 juta jiwa ini. 

Baca juga: 2 Kali Mahasiswa Demo, PN Ambon Masih Bungkam Soal Lahan Kebun Cengkeh

Baca juga: Sagu Harus Jadi Identitas SBT, Bupati Fachri: Hilirisasi Tidak Akan Pernah Mati

Rinciannya 8.243 kasus HIV dan 1.712 AIDS. Kota Ambon dan Kota Tual, dua dari 10 daerah terbanyak penyandang virus ini.

Memanfaatkan momen Coffee Morning dengan pejabat, dan wartawan di lingkup pemprov, Hendrik meminta aparatur dan masyarakat waspada dan melanjutkan literasi bahaya HIV-AIDs.

“Edukasi terus. Pencegahan dan pendampingan bukan pengucilan,” kata Hendrik dengan mimik muka serius.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus mematikan. 

Gejala medisnya, penurunan imunitas tubuh penyitas, hingga akhirnya wafat dengan kondisi tubuh kurus kerontang.

Virus ini terpapar melalui hubungan seksual bebas, air liur, dan interaksi dan malapraktik medik.

Sebelumnya, jelang peringatan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2025 lalu, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath (54), mengungkap data lebih mengejutkan.

“Lebih dari 1 kasus tiap hari,” ujar mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dua periode ini.

Menurut wagub, rerata ada 45 kasus baru bulanan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

“Lebih dari satu kasus setiap hari. Fakta ini menunjukkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS harus menjadi perhatian dan komitmen kita bersama,” ujarnya.

Di Maluku, kasus HIV_AIDS pertama kali ditemukan 31 tahun lalu di Kota Tual, tenggara Maluku.

Kini di akhir 2025, ebaran tertinggi virus ini di Kota Ambon, 259 kasus, dari total 556 kasus baru HIV/AIDS sepanjang Januari hingga November 2025 di Maluku. 

Selain Kota Ambon, temuan kasus baru Januari-November 2025 juga didominasi Kepulauan Tanimbar (57 kasus), Maluku Tengah (52), Kepulauan Aru (43), dan Maluku Tenggara (34).

Angka diatas naik dibanding dua tahun lalu, 2023.Dalam periode dua tahun, ada pertambahan 1.724 kasus. Tahun 2025 ada 9.955 tahun 2023 ada 8.231 kasu.

Data dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, menyebut tahun 2023 lalu, kasus HIV AIDS di provinsi Maluku tercatat sebanyak 8.231 kasus. 

Kota Ambon berada di peringkat pertama, 5.072 kasus. Urutan, kedua Kabupaten Maluku Tenggara (Malra); 917 kasus.

Posisi ketiga, Kabupaten Kepulauan Aru (650 kasus), Maluku Tengah (489 kasus), Kota Tual (272 kasus), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) ada 231 kasus, Maluku Barat Daya 152 kasus, Kabupaten Seram Bagian Barat 148 kasus, Buru 135 kasus, Seram Bagian Timur (SBT) 103 kasus dan Kabupaten Buru Selatan 44 kasus.

Dari tahun ke tahun, sejak 2009 seluruh kabupaten/kota telah tercatat memiliki temuan kasus. 

Penularan kini tidak hanya terjadi pada kelompok risiko tinggi, tetapi juga telah menjalar ke lingkungan keluarga, ibu rumah tangga, dan anak-anak.

“Sebanyak 77 persen kasus berada pada kelompok usia produktif 15–39 tahun. Ini menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia dan potensi terjadinya lost generation..

Maluku kini menggarap program eliminasi HIV/AIDS 2030.

Peningkatan edukasi masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), dan optimalisasi peran komunitas serta organisasi populasi kunci dalam pendampingan dan penjangkauan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved