Ambon Hari Ini
Natal Bersama GPM, 399 Penyandang Disabilitas Dapat Ruang Tampil dan Berkarya
Kegiatan ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Disabilitas Sedunia 2025.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Sebanyak 399 penyandang disabilitas bersama Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau Ambon menggelar perayaan Natal, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua” dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Disabilitas Sedunia 2025.
Baca juga: Pertemuan Tahunan 2025, Kepala BI Maluku Sebut Ekonomi Daerah Tumbuh 4,31 Persen
Baca juga: Kadis Kesehatan Beberkan Penyebab Kasus Diare Puluhan Anak di Masohi
Tahun ini, Hari Disabilitas Internasional mengangkat tema “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan".
Dalam perayaan tersebut, para penyandang disabilitas tampil percaya diri melalui nyanyian, tarian, dan drama pendek.
Mewakili Wali Kota Ambon, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik, Alexander Hursepuny, menyampaikan pesan Natal.
Ia menegaskan bahwa keberadaan penyandang disabilitas bukan sekadar untuk dikasihani, melainkan sebagai wujud nyata kesetaraan sesama ciptaan Tuhan.
“Perayaan ini istimewa karena kita merayakan kelahiran Sang Juru Selamat bersama anak-anak penyandang disabilitas yang luar biasa. Mereka memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Tugas kita adalah mendukung dan memberi ruang,” ujar Hursepuny, Kamis (4/12/2025).
Ia juga memastikan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk terus menghadirkan kota yang aman, inklusif, toleran, serta membuka ruang kreativitas bagi semua anak tanpa terkecuali.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Majelis Pekerja Harian Sinode GPM Maluku, Pdt. K. Iren Koljaan, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan pendidik yang setia mendampingi anak-anak penyandang disabilitas.
“Mereka bukan beban, tetapi anugerah Tuhan dengan keistimewaan yang tidak dimiliki semua orang,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam kebijakan pelayanan GPM periode 2025–2030, perlindungan anak dan penyandang disabilitas menjadi isu strategis yang wajib diwujudkan di semua jenjang pelayanan, mulai dari sinode, klasis hingga jemaat dengan menyediakan ruang dan program yang inklusif.
Lebih lanjut, Pdt. Koljaan mengingatkan agar rumah, sekolah, gereja, dan lingkungan sosial menjadi tempat tanpa diskriminasi.
“Anak-anak penyandang disabilitas masih mengalami bullying dan penghinaan. Mari melihat mereka dengan mata kasih, bukan dengan penilaian,” ujarnya.
Melalui perayaan Natal ini, gereja, Pemerintah Kota Ambon, serta para orang tua berkomitmen untuk terus bekerja sama demi masa depan yang lebih baik bagi penyandang disabilitas, agar mereka tidak hanya hadir dalam ibadah, tetapi juga mampu berperan dan memimpin di tengah masyarakat, gereja, dan bangsa. (*)
| Masuk Agenda 2026, Jembatan Speedboat Mardika–Wayame Segera Dibangun Ulang |
|
|---|
| Sampah Menggunung di Parkiran Mardika, Kadis DLHP: Kami Hanya Angkut, Bukan Bersihkan |
|
|---|
| Harmoni Terjaga, Ambon Raih Peringkat 10 Indeks Kota Toleran 2025 |
|
|---|
| Pos Polisi Taman Makmur Dibersihkan, Bakal Dialihfungsikan Jadi Balai Emarina untuk Mediasi Warga |
|
|---|
| Disdukcapil Ambon Genjot IKD, Penerima Bansos Wajib Beralih ke Layanan Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/natal-pemkot.jpg)