Jumat, 5 Juni 2026

Ambon Hari Ini

Lomba Esai Bung Karno 2026 Dibuka, Anak Muda Maluku Ditantang Berpikir Kritis

BBHAR PDI Perjuangan gelar Lomba Esai Bulan Bung Karno 2026 bertema “Relevansi Indonesia Menggugat”.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Sumber : Ali M. Basri Salampessy.
LOMBA ESAI - Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDI Perjuangan membuka lomba esai Bulan Bung Karno sejak 1 Juni - 30 Juni 2026. 
Ringkasan Berita:
  • BBHAR PDI Perjuangan gelar Lomba Esai Bulan Bung Karno 2026 bertema “Relevansi Indonesia Menggugat”.
  • Terbuka bagi mahasiswa dan lulusan hukum usia maksimal 30 tahun, deadline 30 Juni 2026.
  • Tiga pemenang mendapat beasiswa PKPA dan kesempatan mengikuti pelantikan advokat.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan membuka ruang bagi generasi muda Maluku untuk menyuarakan gagasan kritis melalui Lomba Esai Bulan Bung Karno Tahun 2026 bertema “Relevansi Indonesia Menggugat”.

Lomba yang diselenggarakan BBHAR Pusat PDI Perjuangan ini terbuka bagi mahasiswa dan lulusan fakultas hukum berusia maksimal 30 tahun.

Peserta diwajibkan mengirimkan karya tulis orisinal sepanjang 1.500 hingga 2.000 kata dengan tema “Relevansi Indonesia Menggugat”.

Baca juga: Senam Sehat di Pasar Mardika, Gubernur Lewerissa Pakai Jersey Timnas Argentina, Istrinya Brasil

Baca juga: Selain Gaji Rp500 Ribu, Nakes PPPK Paruh Waktu di Malteng Terima Insentif Tambahan

Batas akhir pengiriman karya hingga Selasa 30 Juni 2026, pukul 00.00 WIT.

Tiga peserta terbaik akan mendapatkan beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) serta kesempatan mengikuti pelantikan advokat.

Kepala BBHAR Daerah Maluku PDI Perjuangan, Ali M. Basri Salampessy, menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Maluku yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan akses keadilan.

“Di Maluku, masih banyak persoalan yang dapat menjadi bahan refleksi dan kajian kritis generasi muda, mulai dari akses pendidikan di wilayah kepulauan, pelayanan hukum bagi masyarakat adat, pengelolaan sumber daya alam, hingga pemerataan pembangunan antar wilayah,” ujar Salampessy.

Menurutnya, semangat Indonesia Menggugat diwariskan Bung Karno harus dimaknai sebagai keberanian generasi muda untuk berfikir kritis dan menawarkan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Dengan harapan, mahasiswa dan lulusan fakultas hukum asal Maluku memanfaatkan momentum tersebut untuk mengangkat berbagai isu daerah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui lomba esai ini, peserta dapat mengangkat berbagai isu lokal yang memiliki keterkaitan dengan cita-cita keadilan sosial sebagaimana yang diperjuangkan Bung Karno.

Isu perlindungan hak masyarakat adat, pemberdayaan nelayan, pengelolaan sumber daya perikanan, hingga pembangunan daerah tertinggal dinilai menjadi tema yang sangat relevan untuk dikaji.

“Generasi muda Maluku harus berani menyampaikan gagasan dan kritik yang konstruktif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Semangat menggugat yang dimaksud Bung Karno adalah keberanian untuk berpikir kritis dan menawarkan jalan keluar bagi kepentingan rakyat. Jangan hanya melihat persoalan bangsa dari perspektif nasional, tetapi juga dari kenyataan yang dihadapi masyarakat di desa-desa, pulau-pulau kecil, dan wilayah pesisir Maluku,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lomba tersebut bukan sebatas ajang kompetisi, tetapi lebih dari itu sebagai wadah melahirkan pemikir muda yang memiliki kepedulian terhadap persoalan hukum dan keadilan.

“Maluku membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani berpikir kritis, memahami persoalan rakyat, dan menghadirkan solusi melalui pemikiran yang berkualitas. Itulah semangat Indonesia Menggugat yang perlu terus dihidupkan dari daerah untuk Indonesia,” tutup Ali M. Basri Salampessy. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved