Kamis, 7 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Kadis Kesehatan Beberkan Penyebab Kasus Diare Puluhan Anak di Masohi 

‎Menurut Talaohu, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak bersih menjadi pemicu utama.

Tayang:
Silmi Suailo
M. DJALI TALAOHU - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Tengah, M. Djali Talaohu saat diwawancarai di Masohi, Rabu (9/7/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maluku Tengah, Djali Talaohu membeberkan penyebab terjadinya diare pada puluhan anak di Masohi.

‎Menurut Talaohu, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak bersih menjadi pemicu utama.

‎"Penyebab utamanya adalah lingkungan yang kurang bersih. Situasi ini sangat berpotensi memicu penularan penyakit, termasuk diare," jelasnya, Rabu (3/12/2025) kemarin.

Baca juga: Pusat Kuliner di Belakang Ambon Plaza Kebanjiran, Air Setinggi Lutut Orang Dewasa 

Baca juga: Stutus 3.258 PPPK Paruh Waktu di SBT Belum Jelas, Pemkab Siapkan Langkah Antisipatif

‎Dinkes juga telah menjalin koordinasi dengan Laboratorium Kesehatan di Ambon. Namun pemeriksaan sampel lanjutan tidak dilakukan karena tren kasus mulai menunjukkan penurunan.

‎"Trennya sudah menurun. Pemeriksaan lanjutan hanya dilakukan jika ditemukan indikasi keracunan pangan atau pencemaran air," tambahnya.

‎Sementara itu, Talaohu mengimbau masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.

‎"Kami berharap warga menjaga pola hidup bersih dan sehat agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit," pungkasnya.

‎Diberitakan sebelumnya, balita hingga anak-anak dikabarkan mengalami diare di Kabupaten Maluku Tengah, khusus di Kota Masohi.

‎Bermula dari 18 November 2025, ditemukan tiga kasus anak dan balita yang menderita diare dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, hingga 2 Desember 2025 total yang ditangani sebanyak 76 kasus.

‎Hal itu dikatakan Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar, Rabu (3/12/2025).

‎"Berdasarkan data, sampai dengan 2 Desember 2025 tercatat 76 kasus," ujar Rumuar.

‎Dari 76 kasus tersebut yang sudah mengajukan izin pulang sebanyak 51 anak ata balita.

‎Sementara yang masih dirawat sebanyak 25 anak. (*)


Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved