Malteng Hari Ini
Kadis Kesehatan Beberkan Penyebab Kasus Diare Puluhan Anak di Masohi
Menurut Talaohu, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak bersih menjadi pemicu utama.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maluku Tengah, Djali Talaohu membeberkan penyebab terjadinya diare pada puluhan anak di Masohi.
Menurut Talaohu, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak bersih menjadi pemicu utama.
"Penyebab utamanya adalah lingkungan yang kurang bersih. Situasi ini sangat berpotensi memicu penularan penyakit, termasuk diare," jelasnya, Rabu (3/12/2025) kemarin.
Baca juga: Pusat Kuliner di Belakang Ambon Plaza Kebanjiran, Air Setinggi Lutut Orang Dewasa
Baca juga: Stutus 3.258 PPPK Paruh Waktu di SBT Belum Jelas, Pemkab Siapkan Langkah Antisipatif
Dinkes juga telah menjalin koordinasi dengan Laboratorium Kesehatan di Ambon. Namun pemeriksaan sampel lanjutan tidak dilakukan karena tren kasus mulai menunjukkan penurunan.
"Trennya sudah menurun. Pemeriksaan lanjutan hanya dilakukan jika ditemukan indikasi keracunan pangan atau pencemaran air," tambahnya.
Sementara itu, Talaohu mengimbau masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
"Kami berharap warga menjaga pola hidup bersih dan sehat agar anak-anak tidak mudah terserang penyakit," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, balita hingga anak-anak dikabarkan mengalami diare di Kabupaten Maluku Tengah, khusus di Kota Masohi.
Bermula dari 18 November 2025, ditemukan tiga kasus anak dan balita yang menderita diare dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, hingga 2 Desember 2025 total yang ditangani sebanyak 76 kasus.
Hal itu dikatakan Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar, Rabu (3/12/2025).
"Berdasarkan data, sampai dengan 2 Desember 2025 tercatat 76 kasus," ujar Rumuar.
Dari 76 kasus tersebut yang sudah mengajukan izin pulang sebanyak 51 anak ata balita.
Sementara yang masih dirawat sebanyak 25 anak. (*)
| Serah Terima Hibah Tanah Pelabuhan Feri Pa'a-Olong, Bupati Yakin Bawa Perubahan Besar |
|
|---|
| Belasan Anak Korban Kekerasan Seksual di Maluku Terima Beasiswa, LPAI Bangkitkan Harapan Masa Depan |
|
|---|
| Soal Batas Kawasan Hutan, Alhidayat Wajo Tegaskan BPKH Harus Libatkan Otoritas Lokal |
|
|---|
| Hadiri Waisak di Namto, Bupati Malteng Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Persaudaraan |
|
|---|
| Lahan Diserobot dan Dirusaki, Kelompok Demplot Sepa Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Djali-Talaohu.jpg)