Ambon Hari Ini
Sejarah Singkat Klasis GPM Pulau Ambon: Jejak Sejarah 90 Tahun Melayani Umat
Kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari perjalanan kemandirian gereja di bumi Maluku yang berawal pada masa pendudukan Belanda.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Klasis Pulau Ambon merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah panjang Gereja Protestan Maluku (GPM).
Kehadirannya tidak bisa dilepaskan dari perjalanan kemandirian gereja di bumi Maluku yang berawal pada masa pendudukan Belanda.
Sejarahnya bermula menjelang Sidang Raya II Gereja Protestan Hindia Belanda tahun 1933.
Saat itu, Pendeta Van Herwerden yang menjabat Ketua Indische Kerk di Maluku membentuk Badan Proto Sinode atau Sinode Pendahuluan.
Sidang pertama badan ini berlangsung pada 27 Maret 1933 di Ambon, yang kemudian menetapkan nama Gereja Maluku, yakni Gereja Maluku Injil Am (GMIA).
Tidak lama berselang, Van Herwerden mengumumkan kemandirian Gereja Masehi di Maluku meski masih dalam bentuk kemandirian administrasi.
Sidang Proto Sinode kedua kembali digelar pada 7 Desember 1933, dengan agenda pembahasan Tata Gereja GMIA dan keputusan untuk mengganti nama menjadi Gereja Protestan Maluku (GPM).
Sejak itu, gagasan tentang pembentukan klasis sebagai bagian integral dari tata gereja kian menguat.
Van Herwerden kemudian menyusun rancangan peraturan klasis dan menyerahkannya kepada Kerkbestuur.
Baca juga: Agustus 2025 Ekspor di Maluku Nihil, Sumber Ekspor Hanya dari Sektor Perikanan
Baca juga: Intimidasi Pelaku dan Keluarga jadi Kendala Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak di Malteng
Ketua Kerkbestuur, Sloetemaker de Bruine, menyetujui sekaligus mendorong percepatan penerapan peraturan tersebut.
Persetujuan inilah yang menjadi tonggak lahirnya enam klasis awal yang menghadiri Sidang Sinode Pertama tahun 1935, yakni Klasis Ambon Bandar, Klasis Pulau Ambon, Klasis Lease, Klasis Seram Barat, Klasis Seram Timur, dan Klasis Banda.
Menjelang pelantikan GPM sebagai gereja mandiri, digelar Proto Sinode ketiga pada 5 September 1935. Sidang itu menghasilkan keputusan penting: penyerahan kepemimpinan Indische Kerk Resort Amboina kepada Badan Pekerja Harian Sinode GPM serta pemberlakuan Tata Gereja GPM.
Sehari kemudian, pada 6 September 1935, GPM resmi dilantik sebagai gereja mandiri.
Setelah itu, pada 7 September 1935, berlangsung Sidang Sinode GPM pertama yang dihadiri perwakilan dari enam klasis, termasuk Klasis Pulau Ambon.
| Polisi Ringkus 2 Terduga Pengedar Sabu di Ambon, Barang Bukti 16 Paket Siap Edar |
|
|---|
| Terbukti Manipulasi Informasi Elektronik, Mey Pesiwarissa Divonis 1 Bulan 15 Hari Penjara |
|
|---|
| Rotasi Besar di Polresta Ambon, Sejumlah Kapolsek Berganti, Kapolresta Tekankan Integritas |
|
|---|
| Aksi Gemilang Marciano, Pembalap Maluku Rebut Podium di Indonesia Junior Talent Cup Mandalika 2026 |
|
|---|
| Pangdam XV Pattimura Pimpin Sertijab Sejumlah Perwira, Dorong Profesionalisme Prajurit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Hjhfrtujo.jpg)