Penipuan Pengurusan STNK
Dugaan Penipuan, Usai Terima Transfer Eten Latul Langsung Blokir Nomor Korban
DH mengaku kehilangan kontak dengan Eten Latul usai mentransfer Rp1,1 juta untuk pengurusan STNK yang tak kunjung selesai.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Namun, menurutnya peristiwa tersebut terjadi jauh sebelum tahun 2023.
"Dia minta tolong beta untuk urus surat motor. Itu tahun 2016," kata Eten saat dikonfirmasi TribunAmbon.com.
Menurut Eten, dirinya hanya meneruskan informasi dari pihak Samsat terkait biaya dan proses yang harus dijalani untuk pengurusan kendaraan tersebut.
Ia juga mengakui pernah menerima transfer dari DH, tetapi membantah jumlah maupun kronologi yang disampaikan korban.
"Dia transfer-transfer itu tidak tahu berapa, tapi apa yang disampaikan dia itu tidak benar," tegasnya.
Eten secara khusus membantah pernah menerima transfer pada tahun 2023 sebagaimana yang diklaim DH.
"Saya tidak pernah menerima transfer 2023. Kalau dia bisa menunjukkan bukti transfer ke rekening saya atas nama saya," katanya.
Meski demikian, Eten menyatakan siap mengembalikan uang apabila terbukti pernah ada dana yang dikeluarkan DH terkait pengurusan dokumen kendaraan tersebut.
"Saya siap kembalikan uang Rp6 juta, dua kali lipat dari uang yang sudah dia keluarkan," ujarnya.
Di sisi lain, Eten tetap bersikeras bahwa dirinya tidak melakukan penipuan.
Ia bahkan mengklaim sempat menalangi biaya pengurusan menggunakan uang pribadi.
"Itu tidak benar. Saya talangi biaya pakai uang saya, kira-kira sekitar Rp2 jutaan," katanya.
Eten juga menuding bukti transfer yang disebut dimiliki korban bukan dokumen asli.
"Bukti transfer itu bohong, editan itu," tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Eten-Bukti.jpg)