Penipuan Pengurusan STNK
Dugaan Penipuan, Usai Terima Transfer Eten Latul Langsung Blokir Nomor Korban
DH mengaku kehilangan kontak dengan Eten Latul usai mentransfer Rp1,1 juta untuk pengurusan STNK yang tak kunjung selesai.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- DH mengaku kehilangan kontak dengan Eten Latul usai mentransfer Rp1,1 juta untuk pengurusan STNK yang tak kunjung selesai.
- Korban menyebut telah beberapa kali mengirim uang, namun dokumen kendaraan yang dijanjikan tidak pernah diterima.
- ELatul membantah tuduhan penipuan, menegaskan tidak menerima transfer pada 2023 dan siap mengembalikan uang jika terbukti menerimanya.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dugaan penipuan bermodus pengurusan surat kendaraan bermotor menyeret nama Stanley Edwin Williams Latul alias Eten Latul.
Korban berinisial DH mengaku tidak lagi bisa menghubungi Eten setelah mengirim transfer terakhir senilai Rp1,1 juta untuk biaya pengurusan STNK.
DH mengaku mulai kehilangan kontak dengan Eten pada Agustus 2023.
Saat itu, Eten disebut kembali meminta tambahan dana dengan alasan telah lebih dulu menalangi biaya pengurusan dokumen kendaraan.
Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026, Ketua DPRD Ambon: Beda Tim Boleh, Tapi Persaudaraan Tetap Dijaga
Baca juga: RSUD Bula Krisis Ambulans: Pasien Rujuk Pakai Mobil Pangkalan, Klaim BPJS Hangus
Menurut DH, pada 4 Agustus 2023 Eten menghubunginya dan meminta transfer sebesar Rp1.086.000.
Eten mengaku dana tersebut telah digunakan untuk membayar biaya pengurusan surat kendaraan sehingga DH hanya perlu mengganti uang yang telah dikeluarkan.
Tak hanya itu, DH mengatakan Eten juga berusaha meyakinkannya agar tidak ragu mengirim uang.
"Eten bilang dia yang menjadi jaminan dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Dia juga janji kalau pengurusan tidak selesai maka semua uang akan dikembalikan," ungkap DH.
Karena percaya, DH kemudian mentransfer sekitar Rp1,1 juta ke rekening BCA atas nama Stanley Edwin Williams Latul.
Setelah menerima transfer tersebut, Eten disebut mengucapkan terima kasih dan kembali menjanjikan seluruh proses pengurusan surat kendaraan akan segera selesai.
Namun, janji itu menurut DH tak pernah terealisasi.
"Setelah transfer terakhir itu saya sudah tidak bisa lagi menghubungi dia," kata DH.
DH menduga nomor WhatsApp miliknya telah diblokir oleh Eten. Berbagai upaya menghubungi melalui media sosial juga diklaim tidak membuahkan hasil.
"Saya coba hubungi lewat media sosial juga, tapi diblokir juga," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Eten-Bukti.jpg)