Jumat, 5 Juni 2026

Penipuan Pengurusan STNK

Dugaan Penipuan, Usai Terima Transfer Eten Latul Langsung Blokir Nomor Korban

DH mengaku kehilangan kontak dengan Eten Latul usai mentransfer Rp1,1 juta untuk pengurusan STNK yang tak kunjung selesai.

Tayang:
Istimewa
DUGAAN PENIPUAN - Kolase foto: Bukti transfer tujuan rekening atas nama Stanley Edwin Williams Latul alias Eten Latul. 
Ringkasan Berita:
  • DH mengaku kehilangan kontak dengan Eten Latul usai mentransfer Rp1,1 juta untuk pengurusan STNK yang tak kunjung selesai.
  • Korban menyebut telah beberapa kali mengirim uang, namun dokumen kendaraan yang dijanjikan tidak pernah diterima.
  • ELatul membantah tuduhan penipuan, menegaskan tidak menerima transfer pada 2023 dan siap mengembalikan uang jika terbukti menerimanya.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dugaan penipuan bermodus pengurusan surat kendaraan bermotor menyeret nama Stanley Edwin Williams Latul alias Eten Latul

Korban berinisial DH mengaku tidak lagi bisa menghubungi Eten setelah mengirim transfer terakhir senilai Rp1,1 juta untuk biaya pengurusan STNK.

DH mengaku mulai kehilangan kontak dengan Eten pada Agustus 2023. 

Saat itu, Eten disebut kembali meminta tambahan dana dengan alasan telah lebih dulu menalangi biaya pengurusan dokumen kendaraan.

Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026, Ketua DPRD Ambon: Beda Tim Boleh, Tapi Persaudaraan Tetap Dijaga

Baca juga: RSUD Bula Krisis Ambulans: Pasien Rujuk Pakai Mobil Pangkalan, Klaim BPJS Hangus

Menurut DH, pada 4 Agustus 2023 Eten menghubunginya dan meminta transfer sebesar Rp1.086.000. 

Eten mengaku dana tersebut telah digunakan untuk membayar biaya pengurusan surat kendaraan sehingga DH hanya perlu mengganti uang yang telah dikeluarkan.

Tak hanya itu, DH mengatakan Eten juga berusaha meyakinkannya agar tidak ragu mengirim uang.

"Eten bilang dia yang menjadi jaminan dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Dia juga janji kalau pengurusan tidak selesai maka semua uang akan dikembalikan," ungkap DH.

Karena percaya, DH kemudian mentransfer sekitar Rp1,1 juta ke rekening BCA atas nama Stanley Edwin Williams Latul.

Setelah menerima transfer tersebut, Eten disebut mengucapkan terima kasih dan kembali menjanjikan seluruh proses pengurusan surat kendaraan akan segera selesai.

Namun, janji itu menurut DH tak pernah terealisasi.

"Setelah transfer terakhir itu saya sudah tidak bisa lagi menghubungi dia," kata DH.

DH menduga nomor WhatsApp miliknya telah diblokir oleh Eten. Berbagai upaya menghubungi melalui media sosial juga diklaim tidak membuahkan hasil.

"Saya coba hubungi lewat media sosial juga, tapi diblokir juga," ujarnya.

Kondisi itu membuat DH merasa kecewa. Terlebih, hubungan mereka bukan sekadar kenalan biasa.

"Saya sangat kecewa karena kami teman satu kelas waktu SMA," katanya.

Berawal dari Pengurusan STNK

Kasus ini bermula pada Juli 2023 ketika DH meminta bantuan Eten untuk mengurus dokumen kendaraan bermotor miliknya.

Saat itu Eten mengaku memiliki relasi yang bisa membantu proses pengurusan STNK. 

DH kemudian diminta mengirim berbagai dokumen seperti STNK, BPKB, KTP hingga kwitansi pembelian kendaraan.

Meski sempat ragu karena berada di Maluku Utara sementara pengurusan disebut dilakukan di Sidoarjo, Jawa Timur, DH akhirnya mengikuti arahan tersebut.

Selama proses berlangsung, DH mengaku beberapa kali melakukan transfer ke sejumlah rekening yang disebut atas arahan Eten.

Transfer pertama sebesar Rp500 ribu dikirim ke rekening BCA atas nama Stanley Edwin Williams Latul pada 17 Juli 2023. 

Setelah itu DH kembali mengirim Rp200 ribu ke rekening atas nama Johanis Mustamu yang disebut sebagai uang rokok.

DH juga mengirim tambahan Rp500 ribu ke rekening Eten. Beberapa hari kemudian, tepatnya 23 Juli 2023, ia kembali mentransfer Rp200 ribu ke rekening atas nama Benny Pesiwarissa setelah Eten mengaku kartu ATM miliknya jatuh.

Meski telah beberapa kali mengirim uang, pengurusan surat kendaraan yang dijanjikan tak kunjung selesai hingga akhir Juli 2023.

Eten Bantah Tuduhan Korban

Terpisah, Stanley Edwin Williams Latul alias Eten Latul membantah tuduhan penipuan yang diarahkan kepadanya.

Pria yang dikenal sebagai debt collector sekaligus pemilik akun TikTok "Raja Terakhir" itu mengakui pernah membantu pengurusan dokumen kendaraan milik DH. 

Namun, menurutnya peristiwa tersebut terjadi jauh sebelum tahun 2023.

"Dia minta tolong beta untuk urus surat motor. Itu tahun 2016," kata Eten saat dikonfirmasi TribunAmbon.com.

Menurut Eten, dirinya hanya meneruskan informasi dari pihak Samsat terkait biaya dan proses yang harus dijalani untuk pengurusan kendaraan tersebut.

Ia juga mengakui pernah menerima transfer dari DH, tetapi membantah jumlah maupun kronologi yang disampaikan korban.

"Dia transfer-transfer itu tidak tahu berapa, tapi apa yang disampaikan dia itu tidak benar," tegasnya.

Eten secara khusus membantah pernah menerima transfer pada tahun 2023 sebagaimana yang diklaim DH.

"Saya tidak pernah menerima transfer 2023. Kalau dia bisa menunjukkan bukti transfer ke rekening saya atas nama saya," katanya.

Meski demikian, Eten menyatakan siap mengembalikan uang apabila terbukti pernah ada dana yang dikeluarkan DH terkait pengurusan dokumen kendaraan tersebut.

"Saya siap kembalikan uang Rp6 juta, dua kali lipat dari uang yang sudah dia keluarkan," ujarnya.

Di sisi lain, Eten tetap bersikeras bahwa dirinya tidak melakukan penipuan. 

Ia bahkan mengklaim sempat menalangi biaya pengurusan menggunakan uang pribadi.

"Itu tidak benar. Saya talangi biaya pakai uang saya, kira-kira sekitar Rp2 jutaan," katanya.

Eten juga menuding bukti transfer yang disebut dimiliki korban bukan dokumen asli.

"Bukti transfer itu bohong, editan itu," tandasnya.(*)

 

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved