Ambon Hari Ini
Bersama Melawan Kanker: Dagifa Medical Center Edukasi Deteksi Dini dan Gizi
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus penguatan mental bagi masyarakat, khususnya perempuan, pasien kanker serta keluarga dan pendamping pasien
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Dokter Dewi menekankan bahwa kanker memiliki empat stadium, dan semakin dini terdeteksi maka peluang keberhasilan pengobatan semakin besar.
Oleh karena itu, pasien kanker harus dirangkul oleh keluarga dan lingkungan agar mendapatkan penanganan yang tepat, mulai dari diagnosis, terapi, hingga perawatan lanjutan.
Ia juga menjelaskan bahwa kanker dikenal dengan istilah remisi, di mana setelah dinyatakan remisi komplit, pasien masih membutuhkan banyak tindak lanjut dan pemantauan.
Dalam proses ini, peran keluarga menjadi sangat penting, terutama bagi pasien yang masih bekerja atau bersekolah.
“Dengan edukasi yang terarah dan dukungan keluarga, pasien tidak akan merasa sendiri atau depresi. Dampaknya tentu jauh lebih baik bagi keberhasilan terapi,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak berkecil hati dan segera memeriksakan diri jika menemukan gejala awal seperti benjolan atau pendarahan yang tidak normal.
Langkah awal bisa dimulai dengan berkonsultasi ke puskesmas, lalu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan, terlebih jika memiliki BPJS Kesehatan.
“Intinya, kalau punya BPJS insyaallah sangat terbantu, meski kita tidak memungkiri masih ada kasus yang belum tercover. Harapannya, pemerintah juga terus memperbaiki sistem ke depannya,” ujarnya.
Lebih jauh, dr. Dewi mengingatkan bahwa diagnosis kanker bukanlah vonis kematian.
Menurutnya, tugas manusia adalah berikhtiar dan saling menguatkan agar pasien kanker tidak merasa sendirian dalam menjalani pengobatan.
“Kita sama-sama melawan kanker, sama-sama mengobatinya, sehingga penderita kanker bisa dirangkul dan tetap memiliki harapan,” tegasnya.
Selain aspek medis, peserta juga dibekali edukasi Gizi untuk Pasien Kanker oleh dr. Mellyana K. Atmanegara.
Ia mengupas tuntas fakta dan mitos seputar makanan yang sering disalahpahami oleh pasien kanker dan keluarganya.
“Pemenuhan kebutuhan gizi sangat penting untuk mempersiapkan pasien menjalani terapi kanker, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah terapi. Tubuh sebagai ‘rumah’ harus siap mempertahankan daya tahan tubuh,” jelas dr. Mellyana.
Ia menekankan pentingnya screening dan pemantauan gizi secara berkala, serta pendalaman gizi yang terstruktur agar pasien mampu menjalani terapi kanker hingga selesai.
| Meski Pemerintah Dinilai Lambat, Warga Apresiasi Perbaikan Lubang Selokan di Perempatan Amboina |
|
|---|
| 40 Ribu Tiket Ludes, PELNI Ambon Pastikan Kesiapan Layanan Libur Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Pukul Korban Berulangkali, Roger Ngaku Bersalah, Minta Maaf dan Siap Bertanggung Jawab |
|
|---|
| Kejar-kejaran Honda CRV dan Brio di Ambon Berakhir Keributan, Kasus Diproses Polda Maluku |
|
|---|
| Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polresta Ambon Gelar Lomba Band Antar Pelajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/cover-kanker.jpg)