Selasa, 7 April 2026

Telkom

Penarikan Kabel Laut Ruas Ambon–Fakfak Terhambat Arus, Jadwal Downtime Layanan Mundur

pengangkatan kabel laut sudah berhasil dilakukan sehingga proses perbaikan dapat segera dilanjutkan, Sabtu (20/9/2025).

Istimewa
TELKOM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus melanjutkan upaya pemulihan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System (SMPCS) #1 pada ruas Ambon–Fakfak. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus melanjutkan upaya
pemulihan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System (SMPCS) #1 pada
ruas Ambon–Fakfak.

Proses perbaikan yang dilakukan oleh tim teknis Telkom dimulai dari percobaan untuk menangkap dan
mengangkat kabel laut yang terindikasi mengalami gangguan ke kapal perbaikan (cableship), namun
akibat dari kondisi alam atau arus bawah laut pada kedalaman 1.100-2.800 meter, percobaan
pengangkatan kabel laut cukup mengalami kesulitan.

Pada Sabtu (20/9/2025), setelah percobaan keenam, pengangkatan kabel laut sudah berhasil dilakukan sehingga proses perbaikan dapat segera dilanjutkan.

EVP Telkom Regional V, Amin Soebagyo, menyampaikan bahwa seluruh tim teknis Telkom terus bekerja
secara maksimal untuk melanjutkan proses perbaikan ini.

“Terdapat berbagai penyebab sehingga proses penarikan kabel terlambat, termasuk kedalaman laut 1.100-2.800 meter dengan arus bawah laut yang cukup kuat sehingga proses perbaikan tertunda. Jadwal downtime (penurunan kualitas layanan dalam rangka pemulihan / penyambungan permanen) tahap pertama mengalami penyesuaian dari waktu yang sebelumnya telah diumumkan. Kami memohon maaf dan meminta dukungan dari seluruh pihak agar proses perbaikan ini berjalan lancar,” ujar Amin.

Perubahan jadwal downtime tahap pertama pada progress perbaikan SKKL SMPCS #1 ruas Ambon–Fakfak
yang semula ditargetkan pada tanggal 17 hingga 18 September selama kurang lebih 12 jam diperkirakan
akan mundur pada tanggal 20-21 September 2025 serta penyesuaian jadwal downtime tahap 2 pada
tanggal 23-25 September selama 41 jam.

Untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan, Telkom menyediakan backup alternatif melalui jaringan satelit dan radio teresterial dengan kapasitas terbatas.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan internet gratis di Posko Internet Merah Putih yang tersedia di beberapa titik strategis di Kantor Telkom Masohi, Bandaneira, Bula, Wahai, dan Piru. Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, Telkom juga menyiapkan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak dengan mekanisme. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved