Kamis, 23 April 2026

Bentrok di Hunuth

Seminggu Berlalu, Para Pelaku Pembakaran Rumah Warga Desa Hunuth Belum Ditangkap

Peristiwa tragis yang dipicu oleh tawuran pelajar itu kini menjadi sorotan tajam, seiring dengan lambatnya pengungkapan kasus.

Jenderal Louis
INSIDEN HUNUTH - Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, mengaku 15 orang saksi sementara diperiksa saat ditanyai TribunAmbon.com, Minggu (24/8/2025) mengenai perkembangan kasus pembakaran puluhan rumah di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Genap satu minggu setelah insiden pembakaran puluhan rumah warga di Desa Hunuth, Ambon, para pelaku anarkis masih belum ditangkap, Selasa (26/8/2025).

Peristiwa tragis yang dipicu oleh tawuran pelajar itu kini menjadi sorotan tajam, seiring dengan lambatnya pengungkapan kasus.

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menyatakan bahwa penyelidikan terus berjalan. 

"Hingga hari ini, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang saksi," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi.

Pemeriksaan intensif ini dilakukan sejak akhir pekan lalu untuk mengumpulkan bukti-bukti valid yang diharapkan dapat mengungkap dalang di balik aksi pembakaran dan perusakan.

Baca juga: Korupsi Bansos Covid-19 SBB: Penasehat Hukum Minta Pejabat Dinsos Ditetapkan Tersangka

Baca juga: Cari Bibit Pedayung, Ketua PODSI Malra Minta Dukungan Semua Pihak

Kasus ini bermula dari perkelahian pelajar pada Selasa, 19 Agustus 2025, yang menewaskan seorang siswa SMK Negeri 3 Ambon.

Kematian pelajar tersebut memicu amarah dan berujung pada bentrokan masif yang menghanguskan puluhan rumah warga.

Meskipun laporan dari para korban telah diterima, proses penegakan hukum dinilai berjalan lambat. 

Kombes Rositah menjelaskan bahwa pihak penyidik masih fokus pada pengembangan kasus untuk mengungkap secara utuh pihak-pihak yang terlibat serta motif yang melatarbelakangi tindakan anarkis ini.

"Sampai dengan saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap secara utuh pihak-pihak yang terlibat maupun motif yang melatarbelakangi tindakan anarkis ini," tambahnya.

Di tengah desakan publik untuk segera menangkap pelaku, Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas.

Kombes Rositah meminta warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu atau hoaks yang dapat memperkeruh suasana. 

Ia juga menegaskan komitmen Polda untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas, tidak terprovokasi isu-isu menyesatkan/Hoax yang dapat memperkeruh keadaan, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak berwajib," tegasnya.

Meski demikian, janji profesionalitas dan transparansi ini belum dapat meredam kekhawatiran warga yang rumahnya ludes terbakar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved