Ambon Hari Ini

Harga Kelapa Parut Melambung Tinggi di Pasar Mardika Ambon, Pedagang : Banyak Diekspor

Harga kelapa yang dijual di Pasar Mardika melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Novanda Halirat
HARGA PASAR- tampak buah kelapa yang dengan ukuran yang berbeda dan dihargai dengan harga yang berbeda, dan di jual di Pasar Mardika Kota Ambon, Sabtu (2/8/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Harga kelapa yang dijual di Pasar Mardika melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini berdampak pada pembeli, dan juga pedagang kelapa yang mengaku mengalami penurunan jumlah penjualan dari sebelumnya.

Harga jualnya pun kian mahal, bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normalnya.

Informasi itu dibenarkan Man Idris, salah seorang pedagang kelapa saat ditemui Tribunambon.com di lokasi Sabtu (2/8/2025) Pukul 12:30 WIT.

Baca juga: Sampah di Langgur hingga Watdek Mulai Dibersihkan, Warga Minta DLH Konsisten

Menurutnya, penyebab kenaikan harga kelapa lantaran lebih banyak diekspor ke luar negeri.

"Harga Kelapa sebelumnya Rp 5 ribu tapi sekarang sudah naik, yang paling kecil Rp 8 ribu dan yang besar Rp 12 ribu," ujarnya.

Kata dia, para pedagang sekarang membeli kelapa dari petani dibandrol dengan harga Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per karung.

Man menduga kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan ekspor kelapa parut ke Cina dan negara lainnya.

"Pengiriman keluar, mereka bawa dengan kontainer ke surabaya kemudian di kirim ke Cina, jadi semua tempat mengalami kenaikan harga," ungkapnya.

Baca juga: Lapak Pedagang Kaki Lima Kembali Menjamur di Pasar Marren Tual

Ia berharap kepada masyarakat untuk mengikuti harga jual dan harga beli di yang terjadi, karena baik petani maupun pedagang harus mengikuti musim harga jual.

"Untuk masyarakat ikuti harga pasar saja dulu, kalau harga mahal berarti sedang mahal, kalau murah berarti murah, karena kalau kelapa tidak diatur pemerintah tapi dari petani atau pemilik itu," harapnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved