Maluku Terkini
Warga Pegunungan Seram Utara Masih Menanti Janji Aspal Jalan Sejak 1989
Sejak 1989 pemerintah telah membuka akses jalan lintas pegunungan yang menghubungkan Desa Siatele menuju Desa Kaloa.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hingga kini, Masyarakat Pegunungan Seram Utara, masih menanti kepastian jalan beraspal menuju desa mereka.
Pasalnya, sejak 1989 pemerintah telah membuka akses jalan lintas pegunungan yang menghubungkan Desa Siatele menuju Desa Kaloa.
Namun, jalan yang menjadi nadi utama masyarakat lima negeri di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah itu, hingga kini belum tersentuh aspal, walaupun sudah dua kali dibuka.
Pertama di 1989 dan selanjutnya dilakukan pada 2011.
Baca juga: Pemda Malteng Gelar Panen Padi Sawah Musim Tanam 1 di Wailoping Seram Utara Timur Seti
Baca juga: Kasus PT. Bipolo Gidin Senilai 41 Miliar, Direktur Perusahaan dan 3 Pejabat Daerah Diperiksa 7 Jam
Kelima Negeri yakni, Kaloa, Elamata, Hatuolo, Manusela, dan Maraina.
Hal tersebut diungkapkan warga Seram Utara, Hanok Ipapoto kepada TribunAmbon.com, Sabtu (28/6/2025).
“Kami sudah lama menunggu. Jalan ini dibuka pertama itu dari 1989 dan pembongkaran itu mandek. Baru digusur ulang ditahun 2011, tapi sampai sekarang belum diaspal,” ungkapnya.
Kesulitan yang dirasakan warga semakin parah saat musim hujan tiba.
Akses yang licin dan berlumpur, membuat kendaraan tidak bisa melintas.
Warga terpaksa harus berjalan kaki kurang lebih 11 jam.
“Kalau hujan tidak bisa pakai motor atau mobil. Kami jalan kaki satu hari full. Dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore. Sangat melelahkan, tapi tidak ada pilihan lain,” tambah Hanok.
Selaras dengan hal, Ketua Gerakan Mahasiswa Pemuda Pegunungan Seram Utara (Gema Penu Setara), Simon Maloy, mengaku kecewa dengan lambatnya penanganan infrastruktur pendukung di daerah mereka.
Ditegaskannya bahwa kondisi tersebut telah jelas menghambat aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat.
Padahal pemerintah telah beberapa kali berkunjung ke daerah tersebut, bahkan terakhir pada Agustus 2024 juga, Pejabat Bupati Maluku Tengah, Rakib Sahubawa telah menjanjikan akses jalan tersebut di depan warga Kaloa beserta pemerintah setempat.
“Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pernah menjanjikan peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah kami. Pernah turun langsung juga menjumpai masyarakat pada 22 Agustus 2024 tapi janji itu tak pernah di tepati hingga tahun ini"tegas Simon.
Walaupun dengan kondisi sedemikian rupa, mereka masih tetap menggantungkan harapannya kepada pemerintah Kabupaten.
“Ini telah mengganti kepemimpinan di Kabupaten. Kami hanya ingin hidup layak dan punya akses jalan yang baik. Agar pendidikan ditunjang, ekonomi daerah ditunjang. Semoga Pemkab mulai melihat seriusnya permasalahan ini,” pintahnya. (*)
| Korupsi Proyek Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan di Aru, Kerugian Negara Capai Rp. 1,5 Miliar |
|
|---|
| Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Di Aru Senilai Rp. 9,3 Miliar, Kontraktor jadi Tersangka |
|
|---|
| Sambut Milad ke-33, Mahasiswa Ekonomi Pencinta Alam Unpatti Tanam Pohon 'Menata Arah Merawat Jejak' |
|
|---|
| Seleksi Timnas Futsal U-17 dan U-19 Digelar di Ambon, Jadi Kesempatan Bagi Talenta Muda Maluku |
|
|---|
| 2 Calon Polwan Mundur saat Rikkes di Polda Maluku, 1 Terkendala Kesehatan, 1 Jadi Atlet Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/janaln-rusak1.jpg)