Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah menggelar panen padi sawah musim tanam 1 (MT 1) di Negeri Administratif Wailoping, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Sabtu (28/6/2025).
Diketahui sawah seluas 200 hektar di Negeri Administratif Wailoping bakal dipanen pada musim tanam 1 kali ini.
Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir mengatakan, panen Padi Sawah di kesempatan ini menunjukkan bahwa Kabupaten yang dia pimpin ini dapat mencapai kemandirian pangan.
Selanjutnya siap mendukung program ketahanan pangan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.
"Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah, saya sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh kelompok tani," ucapnya.
Baca juga: Kasus PT. Bipolo Gidin Senilai 41 Miliar, Direktur Perusahaan dan 3 Pejabat Daerah Diperiksa 7 Jam
Baca juga: 18 Calon Taruna TNI Melaju ke Pantukhir Terpusat di Magelang, Ini Pesan Pangdam XV Pattimura
Bupati Zulkarnain menyatakan, kerja keras seluruh kelompok tani secara langsung telah memberikan kontribusi kepada daerah terhadap kebutuhan pangan khususnya beras.
Selain itu, pembangunan sektor pertanian, terutama pertanian padi, merupakan salah satu prioritas yang akan terus dikembangkan.
"Karena kami sangat menyadari, bahwa sektor pertanian khususnya padi, memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah," tukas Bupati.
Di lain sisi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Maluku Tengah, Arsad Slamat dalam laporannya menyampaikan bahwa luas lahan baku sawah (LBS) di Kabupaten Maluku Tengah sesuai LP2B seluas 9.008 Ha.
Sedangkan luasan fungsional sawah saat ini 8.354 Hektar sesuai dengan data Luas Tambah Tanam (LTT) yang secara rutin dilaporkan.
Untuk produktivitas diakui, rata-rata padi sawah mencapai 5 ton per hektar. Jika produksi dikali dengan luasan fungsional maka Maluku Tengah dapat mencapai 41.779 Ton Gabah Kering Panen, atau 25.062 Ton beras dalam 2 musim tanam.
"Hal ini perlu kita pacu dengan bantuan sarana produksi pertanian, peningkatan perbaikan jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier," tukasnya
Untuk mendukung petani dalam meningkatkan produksi, Pemda juga berharap adanya kolaborasi dan sinergitas dari Perum Bulog Maluku Maluku Utara untuk dapat menyerap Gabah Kering Panen. (*)