Jumat, 1 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Proyek Hilirisasi Kelapa dan Pala Mulai Berjalan, Bakal Serap 18 Ribu Tenaga Kerja

Menyusul pengembangan perkebunan kelapa dengan rencana awal membuka lahan seluas 6 ribu hektar.

Tayang:
Editor: Fandi Wattimena
Pemprov Maluku
PROGRAM STRATEGIS NASIONAL - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir dalam momen Groundbreaking Hilirisasi Kelapa dan Pala di Kecamatan Teluk Elpaputih, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Proyek hilirisasi kelapa dan pala di Teluk Elpaputih diproyeksikan menyerap hingga 18 ribu tenaga kerja, terutama dari sektor perkebunan.
  • Tahap awal proyek senilai Rp640 miliar ini menyerap 300–500 tenaga kerja di pabrik pengolahan.
  • Proyek ini mengandalkan kolaborasi dengan masyarakat dan ditargetkan mulai beroperasi dalam 14–15 bulan.

‎MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Proyek Hilirisasi Kelapa dan Pala di Liang Awaya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah resmi berlangsung ditandai peletakan batu pertama (Groundbreaking), Rabu (29/4/2026).

Proyek strategis nasional (PSN) itu diproyeksikan bakal menyerap belasan ribu tenaga kerja.

Kepada awak media, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara  (PTPN) I, Teddy Yunirman Danas menjelaskan, pada tahap awal proyek senilai Rp 640 miliar tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 300 hingga 500 orang yang akan ditempatkan pada pabrik pengolahan.

Menyusul pengembangan perkebunan kelapa dengan rencana awal membuka lahan seluas 6 ribu hektar.

‎Ia mengkalkulasi, 6 ribu hektar dikali tiga (orang) tenaga kerja, maka mencapai 18 ribu kebutuhan tenaga kerja.

‎"Perkebunan tenaga kerja rata-rata baru akan mengembangkan sampai 6 ribu hektar. 6 ribu kali 3 sekitar itu 18 ribu (orang)," urai Teddy.

‎Dua komoditi pertanian itu rencananya akan diserap dari masyarakat, di samping perampungan perkebunan.

Baca juga: PLN Dorong Electrifying Lifestyle, Green SPKLU Hadir di Bandara Pattimura

Baca juga: DPO Kasus Pencurian di Tanimbar Ditangkap, Polisi Kepung Rumah Pelaku di Desa Ridool

‎Bagi Teddy langkah ini adalah pure membangun kerjasama antar perusahaan dengan masyarakat.

‎"Jadi ini benar-benar kerjasama antar perusahaan agar masyarakat memperoleh pendapatan lebih baik dan memperoleh kesejahteraan," ulasnya.

‎Mantan Bankir itu berharap agar proyek hilirisasi sektor pertanian itu mendapat partisipasi masyarakat.

‎"Jadi luar biasa perkebunan ini, kami mengharapkan partisipasi masyarakat terhadap program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah," harap dia.

‎Dirinya juga mengindikasi target perampungan pembangunan pabrik yaitu 12 bulan, ditambah dua atau tiga bulan untuk masa uji coba.

‎"Target pembangunan pabrik 12 bulan selesai, dua bulan atau tiga bulan itu masa Commissioning atau masa trial. Diharapkan paling lambat 14/15 bulan sudah bisa beroperasi," tandas Teddy.

‎Teddy menyatakan, PTPN I Regional VIII diamanahkan untuk membangun pabrik pengolahan kelapa dan pala. 

Pengolahan kelapa dengan kapasitas sekitar 300 ribu butir  per hari, dan pala diestimasi 2.600 ton per tahun.

‎"Dan ekstendable artinya bisa diperluas. Tentunya pembangunan projek ini kita sama-sama ketahui bahwa peranan dari kita semua membutuhkan kolaborasi dan dukungan raja-raja," pungkas Teddy. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved