Masohi Hari Ini

Prihatin! Hingga Kini Kondisi Plafon Pasar Binaiya Masohi Masih Bocor

‎‎Kebocoran plafon itu telah bertahun-tahun terjadi, sayangnya Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dinas teknis seakan tutup mata. 

TribunAmbon.com/silmi
KEBOCORAN PLAFON - Kondisi kebocoran plafon di Pasar Binaiya Masohi area pasar sayur, Jumat (13/6/2025) 

 
‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Sungguh prihatin, hingga kini kondisi plafon atap Pasar Binaiya Masohi tepatnya di pasar sayur masih bocor. 

‎Kebocoran plafon itu telah bertahun-tahun terjadi, sayangnya Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dinas teknis seakan tutup mata. 

‎Padahal Pasar Binaiya Masohi yang berlokasi di Jalan Cengkeh Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Maluku Tengah itu telah dikunjungi oleh Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah beberapa kali. 

Baca juga: Desa, PKM dan RSUD di Malteng Diproyeksikan tuk Intervensi Program Pengentasan Kekerasan Seksual 

‎19 April 2025 lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah juga sudah meninjau serta melakukan penertiban pasar. 

‎Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Jumat (13/6/2025) sekira pukul 10.05 WIT, kebocoran plafon berbahan triplek masih menganga meninggalkan jejak suram. 

‎Kondisi sejumlah loss juga nampak masih kosong, padahal pedagang telah diarahkan masuk menempati los sayur yang disediakan. 

‎Salah seorang pedagang sayur, Mama Win kepada TribunAmbon.com mengatakan, ketika hujan tiba maka air hujan merembes membasahi loss dan dagangan yang dijajakan di atas los. Lorong pasar sayur akan basah serta becek tidak nyaman untuk dilalui.

‎"Kalau hujan basah sekali, saya harus pakai terpal untuk menutupi kebocoran," ujar Mama Win. 

‎Selain itu, lampu di area pasar sayur juga tidak dipasang hingga saat ini, menyebabkan pedagang swadaya menyediakan lampu masing-masing. 

‎"Lampu tidak ada, kita pakai lampu pribadi, dan bayar listrik secara patungan," ungkapnya.

Baca juga: ‎Akui Sudah Miliki 12 Pengurus Tingkat Kecamatan, DPD KNPI Malteng Bakal Buat Musda

‎Selain itu, ia juga mengeluh lantaran saat ini pedagang sudah kembali berjualan di luar pasar. Hal itu menyebabkan sebagian besar los sayur masih kosong. 

‎"Waktu itu pedagang sudah masuk, sudah catat nama mereka, namun mereka kembali berjalan keluar," keluh dia. 

‎Ia bahkan menyesali tindakan itu, karena merasa perlakuan tidak adil. Ia menyebut pedagang lain lebih memilih berjualan di luar are pasar sayur karena lebih laris. 

‎Sementara di dalam loss pasar tidak banyak pedagang sayur yang menempati, hanya terlihat beberapa pedagang yang bisa dihitung dengan jari. 

‎Pedagang lain bahkan telah menambah tinggi loss mereka dengan papan dan sekat lainnya. Tentu Mama Win protes dengan hal itu. 

‎"Harusnya pemerintah atur biar semua sejajar sama rata, nanti mereka makan ayam, kita makan kerupuk," celoteh Mama Win. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved