Bentrok di Malra

Kapolres Malra 'Doyan' Hadiri Giat Forkopimda, Seknun Ingatkan Tentang Tugas Utama Kepolisian

Kapolres Malra terciduk mengikuti giat Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Forkopimda pada Kamis, 20 Maret 2025 empat hari setelah bentrokan di Landmar

Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Megarivera Renyaan
BENTROK MALRA : Tokoh Masyarakat Malra sekaligus Wakil Ketua DPRD Papua Barat Syamsudin Seknun kesal ulah Kapolres Malra AKBP Frans Duma yang lebih sering hadiri giat Seremonial ketimbang menyelesaikan bentrokan, Selasa (25/3/2025) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Tokoh Masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Syamsudin Seknun menyayangkan kinerja Kapolres Malra AKBP Frans Duma yang diketahui belum pernah turun ke masyarakat tuk mediasi bentrokan antar kelompok warga.

Kapolres malah sering terlihat saat kegiatan seremonial bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurutnya, Kapolres harusnya dapat membedakan fungsi Forkompinda dengan fungsi wajibnya sebagai pimpinan Institusi Kepolisian di Daerah.

"Fungsi yang melekat sebagai Kapolres merupakan, tanggung jawab yang harus diprioritaskan," kesalnya.

Menurutnya, jadi jika ada persoalan urgent yang harus diselesaikan Kapolres harus memprioritaskan hal tersebut.

"Jika persoalan forkopimda itu giat seremonial, persoalan Kamtibmas dan bentrokan itu wajib hukumnya dituntaskan," kesalnya.

Wakil Ketua DPRD Papua Barat tersebut juga menyoroti, terkait lambannya koordinasi Kepolisian meski mengantongi data yang mumpuni.

Terkait persoalan ini, sebutnya pihak kepolisian sebenarnya punya data yang cukup terkait pemetaan konflik di Malra terutama di dua tempat yang sering terjadi konflik dan jadi kebiasaan.

Baca juga: Kapolda Maluku Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran, Ini Daftarnya

Baca juga: Pacu Pemikiran Kritis Pemuda, KNPI Maluku Tenggara Gelar Talkshow

"Seharusnya pihak Kepolisan sudah mampu mentracking itu, dan saya yakin betul dari pihak Intelkam punya data yang cukup, persoalannya kembali ke. pihak kepolisian berani tidak mengambil tindakan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bentrok antar sekelompok pemuda kembali terjadi di kabupaten Maluku Tenggara(Malra), Minggu (16/3/2025) dini hari. 

Imbas dari peristiwa ini menyebabkan 16 orang warga dan anggota Polres Malra terluka.

Korban terluka dari warga berjumlah 7 orang. 2 diantaranya meninggal dunia. Sementara korban dari anggota Polres Malra berjumlah 9 orang. 

Umumnya, para korban mengalami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin, anak panah dan parang. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved