Info Daerah
Pacu Pemikiran Kritis Pemuda, KNPI Maluku Tenggara Gelar Talkshow
Ketua KNPI Malra, Mudafarsyah Leisubun, mengemukakan, tujuan dari talkshow ini adalah memicu semangat dan pemikiran kritis dikorelasikan dengan kondis
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - KNPI Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar talkshow dan diskusi bertema Pemuda, Kamtibmas dan Ekonomi sekaligus ajang buka bersama (Bukber).
Talkshow yang berlangsung di Kafe Koniciwa, Tual, Selasa (25/3/2025) itu menghadirkan tiga narasumber yaitu Wakil Ketua DPRD Papua Barat Syamsudin Seknun, Akademisi sekaligus Politisi muda Damianus Fofid dan salah juga Jurnalis.
Ketua KNPI Malra, Mudafarsyah Leisubun, mengemukakan, tujuan dari talkshow ini adalah memicu semangat dan pemikiran kritis dikorelasikan dengan kondisi daerah saat ini.
Menurutnya, pemuda saat ini harus mampu mempertahankan perannya sebagai agent of change.
"KNPI Malra hari ini berusaha bersinergi dan berkolaborasi dengan elemen masyarakat, Stakeholder dan Pemerintah Daerah karena pemuda adalah salah satu landasan pembangunan dan pembaruan bagi daerah," kata Leisubun.
Baca juga: BPOM Ambon Intensifkan Pengawasan Pangan Selama Ramadan dan Jelang Idulfitri 1446 H
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Ambon: Rabu, 26 Maret 2025 Magrib Pukul 18.39 WIT
"Pemuda, adalah pilar penerus bangsa dan peran vital para pemuda sebagai pilar utama pembangunan, untuk itu pemuda harus berdaya guna bagi masyarakat dan negara," ucapnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Papua Barat Syamsudin Seknun menyoroti ihwal lemahnya peran Institusi Kepolisian juga Legislatif dalam penyelesaian konflik di Malra.
"Konflik ini sudah menjadi trend di masyarakat Malra, dan anehnya hingga saat ini belum ditemukan akar permasalahannya, padahal konflik ini sudah berlangsung lama," kesalnya.
Menurutnya, sekarang masyarakat menantu Ketegasan dari kepolisian setempat mau menyelesaikan dengan metode klasik atau penegakan hukum positif.
"Ya harus ada penegakan hukum positif supaya ada efek jera, saya jua bingung dengan anggota legislatif di Malra padahal diantar dua kelompok yahh bertikai ini ada konstituen mereka, namun tak kunjung ada tindakan nyata, harusnya ada pendekatan sosial banyak aspirasinya mengalir kesana," kesalnya.
Dirinya menambahkan, seharusnya pihak Kepolisan lebih berani dan tegas dalam melakukan penindakan.
"Saya yakin Kapolres Malra memahami cara penyelesaian Konflik ini, hanya berani tidak melakukannya," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/KNPI-Malra.jpg)