Kebakaran di Masohi

Kantornya Ludes Terbakar, Dir. Perumdan Malteng Kecewa: Mobil Damkar Cuma 1 Hingga Telat Datang

Ia menyesalkan terlambatnya kedatangan mobil damkar di lokasi. Parahnya mobil tangki-nya hanya satu, dan mobil supply air

TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
PERUMDAM MALTENG - Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maluku Tengah usai alami kebakaran, Kamis (6/3/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Penanganan kebakaran Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Maluku Tengah (Malteng) disesali Direktur Perumdam.

Pasalnya, pemadam kebakaran (Damkar) dinilai lambat oleh Direktur Perumdam Tirta Nusa Ina Calvin Tahamata di Masohi, Kamis (6/3/ 2025).

Ia menyesalkan terlambatnya kedatangan mobil damkar di lokasi. Parahnya mobil tangki-nya hanya satu, dan mobil supply air tidak ada. Ditambah kondisi bangunan yang sudah tua, usia bangunan sekira 38 tahun. 

Diakui, kondisi fisik bangunan memang mudah terbakar, ditambah banyaknya kertas di kantor. 

"Jadi kejadiannya cepat sekali, sehingga kalau pihak damkar datang sedikit cepat mungkin beberapa barang inventaris kantor masih bisa diselamatkan dan tidak terbakar," papar direktur. 

Kata dia, saat kejadian mobil tangki milik Perumda dalam keadaan tidak terisi. Padahal mobil tersebut juga biasa digunakan ketika terjadi kebakaran.

Baca juga: Kerugian Akibat Kebakaran di Kantor Perumdam Tirta Nusa Ina Maluku Tengah Capai Rp 1 Miliar Lebih

Baca juga: Lampaui Kapolda, Kapolresta Ambon Kombes Pol Driyano Ibrahim Miliki Kekayaan Lebih dari Rp 13 Miliar

"Yang selalu terjadi adalah ketika kebakaran PDAM yang lebih duluan," ungkapnya. 

Diungkapkan, dokumen penting yang terbakar yaitu, dokumen rencana bisnis Perumdam Tirta Nusa Ina periode 2024-2029, dokumen perencanaan kerja 2025 dan penyesuaian tarif sesuai dengan SK gubernur terbaru.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Nusa di jalan R.A Kartini Kota Masohi 4 Maret lalu menyisahkan kerugian bagi perusahan milik daerah Maluku Tengah tersebut. 

Berdasarkan perhitungan sementara dari pihak manajemen terungkap, Perumdam Tirta Nusa Ina alami kerugian sebesar Rp1 miliar lebih. 

Hal itu disampaikan Direktur Perumdam Tirta Nusa Ina Calvin Tahamata di Masohi, Kamis (6/3/ 2025. 

"Data sementara yang sudah diinventarisir baik itu aset-aset yang ada  termasuk surat surat berharga kita semua file itu terbakar. Untuk sementara waktu (kerugian) itu ditaksir sekitar Rp1.044.163.478," jelas Calvin Tahamata. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved