Harga Ikan Melonjak Drastis di Pasar Mardika Ambon, Masyarakat Beralih ke Tahu Tempe

Kenaikan harga ikan di Ambon membuat masyarakat beralih ke alternatif yang lebih terjangkau, seperti tahu dan tempe.

Jenderal Louis
HARGA PASAR - Luji Sitompul, salah seorang pedagang tahu tempe di Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon mengaku penjualannya meningkat. Pasalnya kenaikan harga ikan membuat masyarakat beralih membeli tahu dan tempe, Jumat (7/2/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Harga ikan di Pasar Mardika, Ambon melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir. 

Kenaikan harga ini membuat masyarakat beralih ke alternatif yang lebih terjangkau, seperti tahu dan tempe.

Salah seorang pedagang di Pasar Mardika, Luji Sitompul, mengatakan bahwa kenaikan harga ikan ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. 

Ia tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga ikan ini, namun ia menduga bahwa faktor cuaca buruk menjadi salah satu penyebabnya.

"Harga ikan sekarang mahal sekali. Saya juga tidak tahu kenapa, mungkin karena cuaca buruk jadi nelayan susah cari ikan," kata Sitompul, Jumat (7/2/2025).

Baca juga: Pasokan Melimpah, Harga Cabai Rawit di Pasar Mardika Berangsur Turun: Rp 70 Ribu Per Kilo

Baca juga: Cuaca Buruk Melanda Maluku, Harga Ikan Melonjak Drastis: 3 Ekor Komu Rp 25 Ribu

Kenaikan harga ikan ini membuat masyarakat yang biasanya membeli ikan sebagai lauk, kini beralih ke tahu dan tempe. 

Pasalnya, harga tahu dan tempe di Pasar Mardika masih relatif stabil dan terjangkau.

Harga tempe ukuran kecil saat ini dijual 3 buah seharga Rp 5 ribu, ukuran sedang 3 buah Rp 10 ribu, dan ukuran besar Rp 5 ribu per buah. 

Sementara itu, harga tahu per potongnya adalah Rp 2 ribu.

Sitompul mengaku omzet penjualan tahu dan tempenya mengalami kenaikan sekitar 10 persen dalam beberapa hari terakhir. 

Jika biasanya ia hanya menjual sekitar 400 potong tahu dan 300 potong tempe dalam sehari, kini ia bisa menjual lebih dari itu.

"Alhamdulillah, penjualan tahu dan tempe saya jadi meningkat. Mungkin karena banyak orang yang tidak mampu lagi beli ikan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved