Ambon Hari Ini

PAUD Sadar Lingkungan: Rumah Belajar dan Mencipta Agen Kebersihan

Tiga hari dalam sepekan, 12 hari dalam sebulan, Ibu dari Anggi Mansino (4,5 Tahun) itu jarang sekali absen ke sekolah.

|
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Tanita Pattiasina
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Suasana belajar di kelas PAUD Sadar Lingkungan, Jumat (5/10/2024). 

Santi Sainyakit selaku Kepala PAUD Sadar Lingkungan menjelaskan, serupa nama lembaga pendidikan, dekorasi hingga kegiatan belajar berisi muatan kampanye cinta lingkungan.

Bahkan, Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) juga dibayarkan dari hasil menabung sampah.

Dirincikan, setiap orang tua siswa (Nasabah) setiap bulannya diharuskan untuk menabung sampah, mulai dari kertas, botol, kaleng hingga tutup galon.

Rerata setiap bulan setoran sampah berkisar 10 - 25 kg per nasabah.

Jika diasumsikan 10 Kg sampah per nasabah dikalikan 52 (Jumlah Siswa), maka akan terkumpul 520 Kg per bulan dan 3,1 Ton per enam bulan.

Pada bulan ke-6 tabungan diambil dalam bentuk uang, barulah orang tua menyetor biaya SPP sebesar Rp. 120 ribu per siswa, sisanya diberikan kembali kepada para orang tua.

Berikut harga per jenis sampah di Bank Sampah:

·       Botol Plastik Rp. 3.000 per Kg.

·       Tutup Botol Rp. 1.800 per Kg.

·       Tutup Galon Rp. 3.500 per Kg.

·       Kaleng Rp. 1.000 per Kg.

·       Kertas HVS Rp. 1.500 per Kg.

·       Karton Rp. 2.000 per Kg.

Meski dampak terhitung kecil jika dibandingkan produksi sampah se-Kota Ambon yang mencapai 168,2 Ton perhari (DLHP Semester I 2024), namun begitu terasa di lingkungan keluarga.

"Jadinya tidak hanya manfaat lingkungannya, juga meringankan beban orang tua sekaligus membantu orang tua karena uang tabungan juga akan diberikan kembali ke mereka," cetus pengajar lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) itu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved