Ambon Hari Ini
PAUD Sadar Lingkungan: Rumah Belajar dan Mencipta Agen Kebersihan
Tiga hari dalam sepekan, 12 hari dalam sebulan, Ibu dari Anggi Mansino (4,5 Tahun) itu jarang sekali absen ke sekolah.
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Menunggui anak di sekolahan jadi aktivitas rutin Utami.
Tiga hari dalam sepekan, 12 hari dalam sebulan, Ibu dari Anggi Mansino (4,5 Tahun) itu jarang sekali absen ke sekolah.
Pukul 08.00 WIT, ibu rumah tangga itu sudah bergegas, mulai dari memandikan, menyiapkan peralatan belajar hingga bekal anak di sekolah.
Rumah keluarga kecil itu berlokasi di Riang, berjarak nyaris 3 km dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sadar Lingkungan di Negeri (Desa) Laha, Kota Ambon.
Cukup jauh, namun bagi ibu rumah tangga itu tak jadi soal.
Bukan lantaran sekolah binaan PT. Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Pattimura itu super murah, melainkan karena kualitas; baik pengajar hingga metode pembelajaran.

Baca juga: Wujud Nyata CSR Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Merauke Dukung Pemberdayaan Perempuan Papua
Baca juga: Edi Mangun: Pendaftar QR Code Pertalite Capai 66.778 Kendaraan di Papua Maluku
Ada pengalaman bersama anaknya yang membuat dirinya yakin PAUD Sadar Lingkungan pilihan tepat tuk putri semata wayangnya itu.
"Suatu ketika saya bersama suami dan Anggi, kita jalan ke MCM. Dalam perjalanan kan kita makan snack gitu, trus kemasannya saya buang lewat jendela mobil. Eh langsung ditegur sama anak. Jangan buang sampah mam, kan harus jaga kebersihan," ceritanya saat ditemui TribunAmbon.com di halaman sekolah, Jumat (5/10/2024).
Menceritakan itu dengan antusiasnya, Utami mengaku bangga melihat sang anak layaknya agen kebersihan lingkungan seperti yang terus dikampanyekan para pengajar PAUD Sadar Lingkungan.
Agen Kebersihan Lingkungan
Serupa suasana kelas belajar PAUD lainnya, ruang seukuran 8 x 8 meter itu riuh dengan tingkah lucu para bocah.
Tingkah emak-emak mengintip proses belajar juga menambah asik suasana.
Melihat lebih dekat ruang kelas yang dibangun menggunakan anggaran dana desa tahun 2017 itu, didapati banyak item dekorasi berbahan sampah.
Pajangan dinding, pot bunga, bingkai foto hingga aneka kreasi juga dari bahan tak terpakai terpajang rapi di etalase.
Juga terdapat sejumlah ecobrick di sudut ruang kelas.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.