Ambon Hari Ini
Warga Baubau Belajar Kerukunan Umat Beragama di Ambon
apa yang diterima dan dipelajari akan dikembangkan, sehingga dapat menjaga kerukunan umat beragama yang berada di daerah mereka.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Warga Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Baubau sambangi Kota Ambon untuk melaksanakan Studi Tiru pada FKUB Kota Ambon.
Rombongan FKUB Baubau diterima Plh. Sekretaris Kota (Sekkot), Robby Sapulette, yang didampingi oleh, Staf Ahli Bidang Politik, Fenly Masawoy, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Aldrin Parinussa, Ketua FKUB, Ustadz. Hj. Husein Sahiri, bersama pengurusnya di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota.
Sapulette dalam penyambutannya menyampaikan, kerukunan atar umat beragama di kota bahkan di provinsi ini sangat baik.
Baca juga: Waspadai Penyakit Saat Cuaca Panas, Wajib Minum Air Putih Cukup dan Hindari Minuman Dingin
Ini ditandai dengan slogan yang seringkali diucapkan oleh seluruh masyarakat yakni Sagu Salempeng Patah Dua, Potong di Kuku Rasa di Daging.
Katanya, inilah yang justru mempererat tali persaudaraan antar umat beragama di kota berjuluk manise ini.
“Di Ambon ini ada ikatan pela dan gandong yang merupakan tradisi serata ada istiadat yang dimiliki oleh kita. Sehingga itu juga menjadi salah satu faktor mempererat kerukunan antar umat beragama,” katanya melalui pers rilis yang diterima, Minggu (29/9/2024).
Lanjutnya hal ini tentunya juga dapat dilihat, dari berbagai kebiasaan yang sudah turun-temurun, sehingga kerukunan antar umat beragama terjaga.
“Contohnya Pembangunan Rumah Ibadah, yang melibatkan hubungan pela dan gandong. Sehingga apabila pada prosesnya tidak salah satunya tidak datang maka kegiatan itu ditanggalkan dan akan kembali dikerjakan Ketika sudah berkumpul semua,” tandansya.
Dirinya mengucapkan selama menjalankan studi tiru di kota ini, dirinya berharap apa yang diterima dan dipelajari akan dikembangkan, sehingga dapat menjaga kerukunan umat beragama yang berada di daerah mereka.
| Sampah Menggunung di Parkiran Mardika, Kadis DLHP: Kami Hanya Angkut, Bukan Bersihkan |
|
|---|
| Harmoni Terjaga, Ambon Raih Peringkat 10 Indeks Kota Toleran 2025 |
|
|---|
| Pos Polisi Taman Makmur Dibersihkan, Bakal Dialihfungsikan Jadi Balai Emarina untuk Mediasi Warga |
|
|---|
| Disdukcapil Ambon Genjot IKD, Penerima Bansos Wajib Beralih ke Layanan Digital |
|
|---|
| Kapolsek Nusaniwe Ungkap Alasan Pos Polisi di Taman Makmur Terbengkalai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Dokumentasi-warga-Baubau-belajar-di-amq.jpg)