Maluku Legend
18 Tahun Tarik Becak di Pasar Namlea, Mangole: Alhamdulillah Rp 100 Ribu Perhari
Abdurahman Mangole, pria berusia 54 tahun, telah menjalani profesi sebagai penarik becak di Pasar Namlea, kabupaten Buru, Maluku sejak tahun 2006.
Penulis: Zainal Ameth | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Zainal Ameth
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Abdurahman Mangole, pria berusia 54 tahun, telah menjalani profesi sebagai penarik becak di Pasar Namlea, kabupaten Buru, Maluku sejak tahun 2006.
Selama 18 tahun, Mangole mengandalkan penghasilan dari becaknya untuk menghidupi keluarganya yang terdiri dari empat orang anak.
“Penghasilan hanya dari becak saja, tidak ada yang lain,” ujar Mangole Kepada TribunAmbin.com, Kamis (25/7/2024).
Setiap hari, ia mulai bekerja dari pagi hingga sore.
Tarif jasa becaknya relatif terjangkau, hanya lima ribu rupiah untuk jarak jauh maupun dekat.
Baca juga: Ini Nasi Pulut Legend di Kota Ambon, Jualan Sejak Harga Masih 100 Perak
Baca juga: Jejak Sejarah Sekolah Tertua di Banda Neira: Ada Sejak Zaman Penjajahan
Namun, penghasilan hariannya bisa mencapai 100 ribu rupiah berkat penumpang langganan yang setia menggunakan jasanya.
"Kadang bisa sampai 100 ribu lebih perhari," lanjutnya.
Mangole mengungkapkan, setiap penarik becak memiliki penumpang langganan.
Biasanya mereka berasal dari luar Namlea, seperti dari Kayeli.
“Penumpang langganan biasanya mereka bayar 20 ribu sampai 30 ribu,” katanya.
Sebelum datang ke Namlea, penumpang langganan ini sering kali sudah menghubungi Mangole untuk memastikan mereka diantar dengan aman dan nyaman.
“Alhamdulillah, setiap hari tukang becak di sini bisa mendapatkan 100 ribu per hari,” ungkap Mangole.
Meskipun hanya mengandalkan becak sebagai sumber penghasilan, Mangole merasa cukup beruntung dan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpangnya.
Profesi sebagai tukang becak memang tidak mudah, namun Mangole berhasil menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya selama hampir dua dekade.
Cerita Pak Mus, si Tukang Reparasi Kompor: Kerja Keras Penuh Semangat |
![]() |
---|
Samir, Pengayuh Becak Sejak Tahun 80-an di Masohi |
![]() |
---|
Kisah Haji Amir Maros, Pedagang Daging Sapi Legend di Kota Ambon |
![]() |
---|
Usman Wattimena, Jadi Buruh Pelabuhan Amahai - Maluku Tengah Sejak Masih SMP |
![]() |
---|
5 Dekade Jualan Oleh-oleh Khas Maluku, Ini Pesan Oma Emi Hitipeu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.