Info Daerah

Sudah Ada Larangan! Sampah Menumpuk di Jalan Trans Seram Piru

Tampak kepulan asap dikawasan tersebut, diduga sampah-sampah itu dibakar lantaran sudah menumpuk sangat banyak.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Jenderal Louis
Sampah menumpuk di jalan Trans Seram, Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Selasa (16/7/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tumpukan sampah terlihat di jalan Trans Seram Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Selasa (16/7/2024).

Pantauan TribunAmbon.com, sekitar pukul 15.29 WIT tepatnya di jalan menuju Kantor DPRD SBB itu, terlihat sampah berserakan memanjang sekitar 50 meter di sisi jalan.

Tampak kepulan asap dikawasan tersebut, diduga sampah-sampah itu dibakar lantaran sudah menumpuk sangat banyak.

Terlihat juga sampah plastik berserakan di sepanjang jalan.

Beberapa di antaranya botol-botol minuman dengan kemasan plastik yang sudah kadaluarsa.

Padahal tepat di sisi jalan, terdapat papan tanda larangan membuang sampah yang dipasang oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Salah seorang warga, Yulces mengatakan dahulu kawasan tersebut sering dijadikan tempat pembuangan sampah.

Baca juga: Oknum Polisi di Ambon Ajak Mabuk Tiga Orang Anak, Kemudian Dianiaya Hingga Babak Belur

Baca juga: Hakim Ganjar Kakek yang Cabuli Anak Tetangga di Ambon 6 Tahun Penjara

Meski begitu sudah ada larangan agar sampah tidak dibuang lagi di kawasan tersebut.

"Dulu memang orang-orang sering buang sampah di situ, tapi sekarang sudah ada larangan. Herannya masih saja ada yang membuang sampah di situ," ungkapnya.

Terpisah dari itu, salah seorang wisatawan, Putri mengaku tumpukan sampah di tengah hutan seperti ini sangat menganggu keindahan alam.

"Keindahan alam di Pulau Seram ini tercemar dengan sampah, sangat riskan sekali. Pemandangan seperti ini sangat buruk apalagi jalan Trans Seram ini sering dilewati para wisatawan dari berbagai daerah," tuturnya.

Selain itu menurutnya, sampah plastik sulit terurai bahkan butuh waktu ratusan tahun.

"Sampah plastik ini susah banget loh untuk terurai, butuh waktu ratusan tahun," cetusnya.

Dirinya berharap pemerintah setempat bisa memperhatikan permasalahan ini. Warga juga diminta agar lebih sadar mencintai lingkungan.

"Semoga ada kesadaran tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari warga setempat untuk bagaimana bersama-sama menjaga kelestarian alam," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved