Pendidikan di Ambon
Masa Pengenalan Lingkungan SMA Kristen YPKPM Ambon, Tuarita: Tak Kenal Maka Tak Sayang
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Maluku, Yuspi Tuarita saat membuka kegiatan itu mengatakan, semoga dari MPLS ini dapat membuat par
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - SMA Kristen Yayasan Persekolahan Kristen Protestan Maluku (YPKPM) Ambon menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Senin (15/7/2024).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari terhitung hari ini hingga Rabu (17/7/2024) nanti yang diikuti 95 siswa-siswi.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Maluku, Yuspi Tuarita saat membuka kegiatan itu mengatakan, semoga dari MPLS ini dapat membuat para siswa-siswi baru menjadi nyaman dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua mereka.
“Pepatah mengatakan Tak Kenal Maka Tak Sayang. Gunakanlah masa MPLS ini untuk mengenali seluk beluk SMA Kristen YPKPM Ambon, dan jadikanlah sekolah ini sebagai rumah kedua bagi kalian,” kata Tuarita.
Lanjutnya, selama kegiatan ini berlangsung, para peserta didik baru diharapkan dapat memperoleh pengalaman yang menyenangkan, mengenal teman-teman baru, kakak-kakak kelas, para guru dan yang paling utama adalah mengenali lingkungan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala tempat belajar.
Baca juga: Masa Pengenalan di SMA Kristen YPKPM Ambon, Siswa Baru Diedukasi Anti Kekerasan dan Perundungan
Pada tahun pelajaran 2024/2025, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi telah menetapkan tema MPLS yakni, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP).
Hal ini bertujuan untuk mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang inklusif, berkebhinekaan, aman, ramah anak dan nyaman bagi peserta didik.
“Sehubungan dengan hal itu, maka pesan saya kepada Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan seluruh guru, jadikan sekolah ini sebagai tempat yang nyaman sehingga dapat menjadi rumah kedua bagi para siswa. MPLS harus menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga para siswa semangat untuk datang ke sekolah. Jangan sampai sekolah menjadi tempat perundungan atau dalam bentuk apapun,” ungkapnya.
“Jalankan amanah ini dengan baik dan penuh tanggung jawab, mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan ini menjadi kegiatan yang bermanfaat dan diridhoi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” imbuh Tuarita.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.