Pendidikan di Ambon
Masa Pengenalan di SMA Kristen YPKPM Ambon, Siswa Baru Diedukasi Anti Kekerasan dan Perundungan
Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM, E. Laturiuw menjelaskan, MPLS bertujuan untuk memperkenalkan tentang lingkungan sekolah, cara belajar, struktur kuri
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - SMA Kristen Yayasan Persekolahan Kristen Protestan Maluku (YPKPM) Ambon menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, Senin (15/7/2024).
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari terhitung hari ini hingga Rabu (17/7/2024) nanti yang diikuti 95 siswa-siswi.
Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM, E. Laturiuw menjelaskan, MPLS bertujuan untuk memperkenalkan tentang lingkungan sekolah, cara belajar, struktur kurikulum, tata kelola, sarana prasarana, dan juga perkenalan dengan guru-guru maupun seluruh siswa.
MPLS kali ini bertemakan Ciptakan Generasi Cerdas Digital, Berkarakter Bersama Merdeka Belajar.
Untuk itu, siswa-siswi baru akan diajarkan untuk menghadapi dunia digital dan membentuk karakter profil pelajar pancasila.
“Jadi sekolah kami ini sudah disiapkan menjadi sekolah digital sehingga sebelum masa MPLS hingga sekarang anak kami sudah diperkenalkan dengan dunia digital. Berhubung anak didik kami yang baru ini belum terbiasa menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut saat mereka masih duduk di bangku SMP. Ini kan jaman digital jadi harusnya anak-anak diperkenalkan dengan proses itu. Kami juga fokus untuk kekerasan dan anti perundungan,” kata Laturiuw.
Baca juga: Kabid GTK Dinas Pendidikan Akui SMA Kristen YPKPM Ambon Semakin Diminati Para Siswa
Laturiuw berharap, peserta didim baru dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik.
Sejumlah pemateri yang berkompeten pada bidang masing-masing juga telah disiapkan pada MPLS ini.
“Harus benar-benar kita ciptakan suasana belajar yang menentang tapi juga menenangkan. Sehingga siswa datang belajar benar-benar mereka mendapatkan hal baru,” tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.