Ambon Terkini
GMNI Ambon Demo di Kantor PD. Panca Karya Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Lingkungan di Bursel
Mahasiswa yang berjumlah 12 orang ini menuntut PD. Panca Karya untuk mempertanggungjawabkan dampak negatif dari aktivitas mereka di Desa Hote, Kecamat
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ambon melanjutkan aksi demonstrasi di PD Panca Karya, setelah sebelumnya berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku, Senin (8/7/2024).
Massa tiba di depan kantor perusahaan daerah sekitar pukul 13.40 WIT.
Di depan kantor PD. Panca Karya, mereka berorasi secara bergantian menyampaikan tuntutan yang diusung.
Ketua GMNI Cabang Ambon, Nasir Mahu dalam orasinya mendesak PD. Panca Karya bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan hingga dampak banjir yang dialami warga.
Dijelaskan, diduga terjadi penebangan pohon tanpa izin oleh oknum karyawan PD. Panca Karya yang berdampak kerusakan lingkungan.
Alhasil, saat musim penghujan, banjir menyapu pemukiman warga di Desa Hote, Buru Selatan.
“Apa yang dilakukan PD. Panca Karya harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Nasir.
Baca juga: Sudah Satu Pekan, Harga Ikan di Pasar Langgur Maluku Tenggara Melonjak Naik, Capai 100 Ribuan
Baca juga: Tekan Inflasi, Pemkot Ambon – Pemkab Malteng Kerjasama Distribusi Pangan
“Perusahaan ini sudah melakukan penambangan dan perusakan lahan milik warga tanpa izin. Hingga kini, mereka belum ada kepastian untuk melakukan ganti rugi,” tambahnya.
Setelah berunjuk rasa selama kurang lebih 20 menit, para pendemo dipersilahkan bertemu dengan manajemen PD. Panca Karya.
Kepada para pendemo, manajemen memastikan tuntutan mereka akan disampaikan ke direktur.
“Jadi saat kami masuk, pihak PD. Panca Karya bilang, bahwa bapak direktur sedang dalam perjalanan dinas. Maka dari itu, kami belum dapat menyampaikan tuntutan kami,” jelas Nasir.
Usai pertemuan, masa membubarkan diri, namun dipastikan akan kembali berdemonstrasi pekan depan.
“Hari Kamis ini kami akan turun ke DPRD Provinsi Maluku, Kejaksaan Tinggi Maluku, Kantor Gubernur Maluku, dan PD. Panca Karya,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, selama 40 menit mereka melakukan aksi di Kantor Gubernur Maluku tanpa mendapat tanggapan dari PJ Gubernur Maluku.
Sementara itu Pantauan TribunAmbon.com, aksi dimulai sejak pukul 11.50 WIT.
Para pendemo datang membawa sejumlah poster berisikan tuntutan mereka. Demo tak berlangsung lama dan berakhir pada pukul 14.30 WIT. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.