Senin, 13 April 2026

Maluku Terkini

Inflasi Tinggi, Pemprov Maluku Upayakan Pangan Murah dan Pengawasan ke Distributor

Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie mengatakan akan mengambil langkah untuk mengendalikan inflasi di Maluku.

Diskominfo Maluku
Rapat Koordinasi Virtual penanganan inflasi di Maluku dari Ruang Rapat Wakil Gubernur Maluku, pada Selasa (4/6/2024) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie mengatakan akan mengambil langkah untuk mengendalikan inflasi di Maluku.

Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, inflasi bulan Mei 2024 sebesar 3,21 persen year on year (YoY).

Demikian disampaikan Sadali Ie dalam keteranganya usai mengikuti Rapat Koordinasi Virtual untuk Menindaklanjuti Radiogram Kementerian Dalam Negeri tentang Pengendalian Inflasi Tahun 2024, dari Ruang Rapat Wakil Gubernur Maluku, pada Selasa (4/6/2024).

Langkah yang diambil seperti gelar pangan murah hingga pengawasan pada setiap distributor.

Baca juga: BPS Catat Inflasi di Maluku Mei 2024 Naik Jadi 3,21 Persen

“Kita harus menyusun strategi yang dimulai dengan pertemuan untuk membicarakan hal ini dengan Kabupaten Kota yang termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK) dan mengembalikan langkah-langkah pengendalian inflasi yang sebelumnya pernah dilakukan, seperti gelar pangan murah hingga pengawasan pada setiap distributor,” kata Sadali.

Lanjut dijelaskannya, pada 3 wilayah IHK di Provinsi Maluku angka inflasi YoY tertinggi yakni di Kota Ambon 4,61persen.

Disusul Kota Tual 3,70persen, dan yang terendah Kabupaten Maluku tengah 1,01persen.

Inflasi terjadi di Ambon lantaran saat ini masuk dalam musim pancaroba yang menyebabkan kenaikan sejumlah harga barang.

“Kita ketahui bersama untuk di Ambon harga ikan naik dikarenakan saat ini kita sementara memasuki masa pancaroba, oleh karena itu kita perlu menyusun strategi dengan cara menginventarisir cold store yang ada di Kota Ambon, agar dapat menjaga ketersediaan ikan,” ucap Sadali.

Sadali pada kesempatan itu juga menyampaikan, untuk inflasi Month to Month (m-to-m) pada Bulan Mei 2-24 sebesar 1,89persen, dimana penyumbang utamanya ialah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sementara untuk komuditas penyumbang inflasi antaran lain : ikan momar, ikan kawalinya, ikan komu, ikan cakalang, ikan tuna, ikan lema, bawang merah, tomat, kangkung, bayam, beras, kacang panjang, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, dan terong.

“Terkait hal-hal ini, besok kita laksanakan rapat jam 3 dengan Bupati Walikota wilayah IHK, dan para distributor, untuk mengecek keberadaan stok,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved